LOKASI WISATA ZIARAH " MAKAM KI AGENG TARUB ( JOKOTARUB ) " KURANG LEBIH 12 KM KE ARAH TIMUR DARI KOTA PURWODADI, TEPATNYA DI DESA TARUB, KECAMATAN TAWANGHARJO KABUPATEN GROBOGAN.

Kamis, 04 Maret 2010

WEWARAH / TUNTUNAN NILAI-NILAI LUHUR BUDAYA BANGSA

1. Eling, Percaya Lan Mituhu ;

( Ingat, Percaya, dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa )

Ungkapan ini adalah gambaran yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari yaitu gambaran orang yang lupa diri bahwa yang ada pada dirinya adalah nikmat karunia Allah SWT ( Tuhan Yang maha Esa ). Sehingga orang yang lupa diri akan menampakkan sikap kurang terpuji. Dalam keadaan yang lupa diri ini ia tidak sadar akan kehilangan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ia lupa memenuhi kewajiban ber-TUHAN. Oleh karena itu, dalam ungkapan yang mengatakan hendaknya seseorang tetap ;

“ Eling, Percaya, dan Mituhu “

Eling berarti Ingat atau Sadar, maksudnya sadar ber TUHAN dan sadar akan dirinya sendiri, yaitu menempatkan diri pada perilaku yang baik. Membina Sikap Eling berarti senantiasa menyembah ALLAH SWT ( Tuhan Yang Maha Esa ) dengan penuh hati atau penuh keyakinan dan dilandasi hati yang bening dan suci. Oleh karena itu, seseorang hendaknya dapat membina sikap Eling atau Ingat kepada Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Esa ) dalam situsi dan kondisi apapun, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Percaya berarti yakin akan kekuasaan ALLah SWT ( Tuhan Yang Maha Kuasa ). Keyakinan kepada Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Kuasa ) sungguh merupakan hal yang sangat penting karena merupakan dasar, bagaikan tali yang kuat, yang dapat menghubungkan rasa diri seseorang dengan Tuhan –nya.

Mituhu berarti taat dan patuh terhadap segala perintah-perintah Nya dan menjauhi segala larangan-larangan Nya. Taat mempunyai hubungan yang erat dengan kewajiban yang harus dilakukan oleh manusia.

Dengan dasar Eling, Percaya dan Mituhu, maka seseorang akan dapat selalu membina kesadaran diri bahwa hidupnya ada yang menguasai yaitu ALLah SWT ( Tuhan Yang Maha Kuasa ) dan dalam kehidupannya senantiasa berhubungan dengan ALLAH SWT ( Tuhan ang Maha Kuasa ) sekaligus dengan sesamanya.

Seseorang hendaknya selalu bersyukur dan ingat kepada Tuhannya baik dalam keadaan senang maupun susah. Pada saat senang atau susah tidak melupakan atas Rahmat yang diberikan padanya, dan pada saat susah hendaknya dapat menerima segala cobaan. Dan yang lebih penting harus percaya bahwa semua ini akan memberikan hikmah padanya.

Semua ini dapat diterapkan dalam member nasihat yang berupa ajaran akhlak dari orang tua kepada anak keturunannya, atau dari guru atau pinisepuh kepada murid atau anak buahnya.

2. Cakra manggilingan;

( Roda Yang Senantiasa Berputar )

Ungkapan ini dimaksudkan member nasehat kepada mereka yang berada di masa kejayaan. Bahwa kejayaan itu tidak akan langgeng tetapi ada juga nasa redup atau runtuh, jadi ingatlah pada suatu saat ada perubahan nasib, untuk mereka diingatkan agar pada masa kejayaan itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya sebagai pendukung masa redup atau runtuhnya nanti.

Maka, hendaknya sadar bahwa nasib seseorang tak dapoat ditentukan dan tidak dapat membebaskan diri dari berbagai musibah. Oleh karena itu, seseorang harus selalu dekat dengan Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Kuasa ). Apa saja yang diterimanya kiranya dapat lebih mendorong dirinya untuk lebih ingat dan taqwa kepada Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Kuasa ). Oleh karenanya, kepada setiap orang agar selalu dapat mengontrol dirinya sehingga berindak wajar, dan selalu berdasarkan Ridho ALLAH SWT ( Tuhan Yang Maha Kuasa ).

3. Gusti ALLah Ora sare ;

( ALLah SWT itu tidak Tidur )

Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Esa ) adalah Maha Tahu, mengetahui segala sesuatunya yang terjadi di seluruh alam raya, setiap saat dan di segala tempat.

Ungkapan ini menanamkan atau mengingatkan keyakinan kepada setiap orang bahwa Allah SWT ( Tuhan Yang Maha Kuasa ) itu serba tahu. Allah mengetahui apa yang dipikirkan, diangan-angankan dan dilakukan oleh setiap manusia atau hambanya, kapan saja dan dimana saja. Allah mengetahui apa yang dipikirkan oleh manusia tentang baik maupun buruk.

Keyakinan akan kemahatahuan Allah akan mengekang atau mengendalikan perbuatan yang menyimpang.

Seperti halnya petuah “ Apabila kamu hendak melakukan perbuatan yang menyimpang dari aturan Allah carilah tempat persembunyian dan tempat berlindung dari pengawasan Allah itu sendiri”



Bersambung...............

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar