Kamis, 28 Oktober 2010
WAWASAN DALAM AGAMA
Diarsipkan di bawah: Muamalah — Abu Al Maira @ 2:28 am
Apakah gaji-gaji yang diterima oleh para pegawai bank-bank secara umum ?
Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan [dalam Kitabut Da'wah, Juz I] :
“Tidak boleh bekerja di bank-bank yang bertransaksi dengan riba karena hal itu berarti membantu mereka di dalam melakukan dosa dan pelanggaran. Sementara Allah telah berfirman “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” [Al-Ma'idah : 2]
Dan terdapat pula hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam secara shahih bahwasanya “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan kedua saksinya. Beliau mengatakan “Mereka itu sama saja” [Hadits Riwayat Muslim, Kitab Al-Musaqah 1598].”
Selanjutnya, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan [dalam Fatawa Syaikh Ibn Utsaimin, Juz II]:
“Bekerja di sana diharamkan karena dua alasan.
Pertama : Membantu melakukan riba
Bila demikian, maka ia termasuk ke dalam laknat yang telah diarahkan kepada individunya langsung sebagaimana telah terdapat hadits yang shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau : “melaknat pemakan riba, pemberi makan dengannya, penulisnya dan kedua saksinya.
Beliau mengatakan, “Mereka itu sama saja”.
Kedua : Bila tidak membantu, berarti setuju dengan perbuatan itu dan mengakuinya.
Oleh karena itu, tidak boleh hukumnya bekerja di bank-bank yang bertransaksi dengan riba. Sedangkan menyimpan uang disana karena suatu kebutuhan, maka tidak apa-apa bila kita belum mendapatkan tempat yang aman selain bank-bank seperti itu. Hal itu tidak apa-apa dengan satu syarat, yaitu seseorang tidak mengambil riba darinya sebab mengambilnya adalah haram hukumnya.
Sumber :
Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 25-26 Darul Haq
Fatwa Syaikh Shalih Al Fauzan :
Pertanyaan :
“Saya bekerja pada sebuah bank dan ketika saya sudah keluar, barulah saya mengetahui bahwa harta yang telah saya dapatkan darinya, semuanya adalah haram. Bila pernyataan ini benar, apa yang mesti saya perbuat dengan uang tersebut; apakah saya sedekahkan atau bagaimana?”
Kemudian Beliau menjawab:
“Barangsiapa yang mendapatkan harta yang haram dari hasil riba atau selainnya, kemudian dia bertaubat darinya; maka hendaknya dia menyedekahkannya dan tidak memakannya. Atau mengalokasikannya pada proyek kebajikan dengan tujuan untuk melepaskan diri darinya, bukan untuk tujuan mendapatkan pahala sebab ia adalah harta yang haram, sedangkan Allah Ta’ala adalah Maha Suci dan tidak menerima kecuali yang suci (baik-baik). Akan tetapi, pemiliknya ini mengeluarkannya dari kepemilikannya dan mengalokasikannya pada proyek kebajikan atau memberikannya kepada orang yang membutuhkan karena ia (harta tersebut) ibarat harta yang tidak bertuan yang dialokasikan untuk kemashlahatan. Ini semua dengan syarat, dia menghentikan pekerjaan yang haram tesebut dan tidak terus menerus larut di dalamnya.”
(al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih al-Fauzan, Jld.IV, Hal. 137-138, No. 141)
Dalam kesempatan yang lain, seseorang bertanya kepada Beliau,
“Saya bekerja pada sebuah perusahaan yang mendapatkan fasilitas perbankan dari bank-bank yang bertransaksi dengan riba sekitar 5% dari keuntungan perusahaan. Bagaimana status hukum gaji saya dari perusahaan ini; apakah boleh saya bekerja di sana?, mengingat mayoritas perusahaan-perusahan yang ada beroperasi dengan cara ini.”
Maka beliau menjawab:
“Bertransaksi dengan riba haram hukumnya terhadap perusahaan-perusahaan,bank-bank dan individu-individu. Tidak boleh seorang muslim bekerja pada tempat yang bertransaksi dengan riba meskipun persentase transaksinya minim sekali sebab pegawai/karyawan pada instansi-instansi dan tempat-tempat yang bertransaksi dengan riba berarti telah bekerja sama dengan mereka diatas perbuatan dosa dan melampaui batas. Orang-orang yang bekerja sama dan pemakan riba, sama-sama tercakup dalam laknat yang disabdakan oleh Rasulullah: “Allah telah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan (hasil) riba, pencatatnya serta kedua saksinya dan pencatatnya”.(HR.Muslim)
Jadi disini, Allah Ta’ala melaknat orang yang memberi makan dengan (hasil) riba, saksi dan pencatat karena mereka bekerja sama dengan pemakan riba itu.
Karenanya wajib bagi anda, wahai saudara penanya, untuk mencari pekerjaan yang jauh dari hal itu. Allah Ta’ala (artinya): “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan menganugerahinya rizki yang tidak dia sangka-sangka”.(Q,.s.ath-Thalaq: 2).
(Dan sabda Nabi- red) artinya: “Dan barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah Ta’ala maka Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik darinya”. (HR.Musnad Ahmad).
(al-Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih al-Fauzan, Jld.IV, Hal. 142-143, No. 148)
Ya apa baiknya kita jadi ulama, dai, kiai dan tokoh agama semua saja. Bagaiman mungkin menyimpan uang di bank halal apabila karena kebutuhan, sedangkan bekerja padanya haram. Apakah bekerja bukan untuk kebutuhan ? Lebih membutuhkan mana orang yang menyimpan uang di bank dan orang yang bekerja di bank untuk mendapatkan nafkah darinya ?
Lalu bagaimana masjid2 yang terlanjur didanai dari orang yang bekerja pada apa yang dikatakan haram itu…? Meskipun kecil…. ?
Kemudian apa bedanya muslim dengan mereka yang mempercayai adanya dosa asal….? Jika apa yang haram selalu dikaitkan tanpa putus, tanpa melihat paradigma dan point of view yang lain…
Abu Al Maira :
Masalah urgensi dalam mencari penghasilan dilihat hanya dari kacamata anda… begitu juga urgensi dalam menyimpan uang di bank… Kemudian anda menganalogikannya dengan masjid yang menerima sumbangan dari uang-uang haram…. Apakah pihak masjid harus bertanya kepada pemberi shadaqah apakah uangnya halal atau tidak…? Apakah pemberi shadaqah bekerja di bank ribawi atau tidak…? Saya rasa tidak demikian…
Kalau memang ada muslim yang memegang pemahaman dosa asal, ya itu terserah mereka…
Yang ditekankan dari literatur di atas adalah agar para kaum muslim menghindari bekerja di bank2 ribawi… seandainya sudah bekerja di sana, ya berikhtiarlah sekuat tenaga mencari pekerjaan lain….
Komentar oleh liyut keren — Agustus 24, 2008 @ 12:24 pm
Balas
subhanallah…
kalo saja masjid mendapatkan sumbangan dari bank…ato bersumber dari harta yang di bilang tidak halal…, maka saya sangat yakin sekali masjid-masjid tersebut segera terselesaikan pembangunannya dan tidak mungkin sampai menaruh kotak sumbangan dijalan-jalan…
tapi fakta yang terjadi, memang masjid selalu mendapatkan sumbangan sangat kecil sekali dan dari uang yang halal….itulah kenyataan yang terjadi…lantas perkara tentang gimana hukum qta pekerja di bank..? bukankah sudah dijelaskan, apa tidak ada tempat bekerja yang lebih baik dan halal ?
Komentar oleh muslim sejati — September 15, 2008 @ 9:13 am
Balas
Kebanyakan orang saat ini memang takut akan tidak mendapatkan penghasilan, tp jgn takut lebih baik uang 100rb yang membawa barokah dari pada 1juta akan membawa sengsara, dan ingat bukan pekerjaan dan manusia yang menjamin hidup kita tapi Allah, maka tdk usah khawatir untuk segera keluar dari lingkaran riba itu karena Allah pasti menggantinya dengan yang lebih baik lagi…PASTI.
Komentar oleh Faizal — Januari 7, 2009 @ 8:32 am
Balas
bagaimana hukumnya bekerja di lembaga pembiayaan seperti di ADIRA finance atau WOM finance? mhon petunjuknya
Abu al Maira :
Ya bekerja di lembaga finance tidak beda hukumnya dengan bekerja di bank-bank konvensional. Ya berusahalah “mencari” pekerjaan lain….
Komentar oleh seputarobat — Mei 28, 2009 @ 7:38 am
Balas
alhmdulillah,dg pnjlasan itu lebh memantpkan sya untk tdk krj d bank.dn mhon d0′a pmbaca smw,sm0ga Allah memberikan pkrja’n yg lbh baik menurtNya untk saya.amin. bgaimana dg pkrj’n tk0 mas?yg biasanya,akn mnguran9i tmbangn emasny,krn tdk slalu pas dg1brg
Abu al Maira :
Ya berusahalah semaksimal mungkin untuk dipaskan, jangan sengaja dikurangi karena takut rugi
Komentar oleh Isti — Juni 20, 2009 @ 7:55 pm
Balas
1. Apakah hukumnya haram apabila bekerja di Bank karena terpaksa dan belum mendapatkan pekerjaan lain selain di Bank? dengan niat akan berpindah jika saya sudah mendapatkan pekerjaan yang baik tsb? Karena saya tidak punya niat jahat dan saya hanya punya niat mencari nafkah untuk menghidupi keluarga
2. Apakah semua transaksi di Bank itu semuanya haram?
Mohon pencerahannya?
Abu al Maira :
1. Pada dasarnya bekerja di bank ribawi adalah haram. Mengenai keterpaksaan, perlu dilihat sampai sejauh mana keterpaksaan tersebut. Biasanya, sangat jarang terjadi orang yang terpaksa bekerja di bank kemudian pindah kerja karena faktor kenyamanan.
2. Yang diharamkan adalah transaksi yang mengandung unsur-unsur riba.
Allahu ‘alam
Komentar oleh Agung — September 19, 2009 @ 10:29 am
Balas
Assalaamualaikum…Apakah ada bank yang tidak menjalankan transaksi yang mengandung riba?…soalnya saya ingin bekerja di bank..mohon bantuannya…
Abu al Maira :
Alaikumussalam warahmatullah…
Kalo bank konvensional, sudah mutlak haramnya. Kalau bank syariah, harus dikaji dulu bagaimana system yang mereka jalankan.
Allahu ‘alam
Komentar oleh Andriana — Oktober 8, 2009 @ 11:46 am
Balas
Selama kita berusaha dengan sunggug-sungguh Insya Allah masih banyak lapangan kerja lain yang tidak kalah menjanjikan dengan bank. Hidup di dunia hanya sementara…kebahagiaan akhirat yang kita damba… Semoga Allah selalu membimbing kita agar tidak terjebak ke dalam jerat-jerat yang menyesatkan. Dunia memang terlalu indah untuk melenakan…Hanya kepada Allah tempat kita memohon perlindungan.
Komentar oleh ifaza — Oktober 26, 2009 @ 9:10 am
Balas
terlalu kaku pembahasnnya coba baca disini bisa membuat dan memperluas cakrawala tentangn hukum dibahas oleh yusuf alqordawi. http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Kontemporer/KerjaDiBank.html
Abu al Maira :
Kaku dalam konteks apa Pak Luthfi. Kaku karena syariat dengan tegas tidak mengizinkan seorang muslim bekerja dengan bank ribawi…??
Jika kita bekerja di bank ribawi, apakah kita sudah berusaha maksimal untuk mencari pekerjaan lain…?? Apakah jika ada tawaran bekerja di tempat lain, lantas kita menolak karena gaji yang ditawarkan tidak sesuai keinginan kita…??
Komentar oleh lutfi — Desember 6, 2009 @ 2:43 pm
Balas
Subhanalloh, 10 tahun saya bekerja di bank dan akhirnya kuputuskan untuk keluar dari kantor ribawi itu. Semoga Alloh mengampuni dosa hamba-Nya yang satu ini. Memang berat tantangan keimanan ini. Betapa tidak, mulai orang tua, istri, mertua menentang keputusan saya. Tidak ada kata darurat dalam mencari rizki di bank yang jelas-jelas HARAM. Hanya makan bangkai dan daging babilah yang diperbolehkan kalau benar-benar emergency. Sementara tidak ada satu ayat pun yang memperkenankan bekerja di tempat haram hanya persoalan darurat. Saya berhusnudzon kepada Alloh yang akan mengganti pekerjaan saya selama ini dengan yang lebih baik. Allohu Akbar 3x
Abu al Maira :
Subhanallahi wal hamdulillahi wa barakallahu fiik…
Komentar oleh Yudi Setyo Prayogo — Desember 15, 2009 @ 7:53 pm
Balas
assalamu’alaikum.wr.wb.
maaf, ijin copas yaa.
terima kasih ^_^
Komentar oleh juzt — April 25, 2010 @ 2:40 pm
Balas
assalamu alaikum, saya skrg masih bekerja di bank sbg security, apakah ini haram? dan bgmn dgn kondisi sy yg ingin hijrah namun setelah kecelakaan tangan sy cacat yg pastinya sulit mendapatkan pekerjaan di kantoran lagi. trima kasih atas pencerahannya
Abu al Maira :
Alaikumussalaam warahmatullah…
Berusahalah untuk mencari pekerjaan lain yang halal pak…. Sulitnya mencari pekerjaan kan menurut pandangan kita….
Bukankah Allah yang memberikan kita rizkiNya pak? Walaupun menurut kita kondisi kita tidak memungkinkan, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah pak…
Percayalah, berusaha dan berdoa, insya Allah ada jalan….
Komentar oleh andry abadi utama — April 29, 2010 @ 3:08 pm
Balas
Assalamu’alaikum. Saya bekerja di Bank sudah 13 tahun dan sekarang saya sudah berhenti namun yang menjadi pertanyaan saya adalah? Semua harta yang ada saat ini saya dapatkan dari hasil bekerja di Bank seperti Rumah, Kenderaan, dan lain-lain dan juga uang pesangon saya dari Bank, bagaimanakah setatusnya ?
Kalau ternyata haram ? Bolehkah kita menggunakannya untuk modal usaha dengan niat setelah kita dapat penghasillan baru kita memberikan harta tersebut untuk fasilitas umum.
Abu al Maira :
Alaikumussalaam warahmatullah….
Pada asalnya harta yang berasal dari riba adalah haram.
Untuk kasus anda…. Maaf saya tidak bisa menjawab… Allahu ‘alam…. Tanyakan kepada yang lebih mengetahui….
Komentar oleh Handoko — Juni 4, 2010 @ 10:07 pm
Balas
assalaamu’alaykum..
bagaimana hukumnya meminjam uang untuk usaha di bank konvensional dan bank syariah?
Abu al Maira :
Alaikumussalaam warahmatullah
Selama bebas riba maka halal…. kemudian, adakah bank konvensional yang bebas riba ? Dan adakah bank syariah yang murni syariah ? atau minimal sekali kita mengerti kaidah riba sebelum melakukan peminjaman….
Komentar oleh fitri — Juni 22, 2010 @ 12:40 pm
Balas
Masak zaman sekarang ada bank yang mau memberi pinjaman tanpa minta bunga? Klo menurut saya klo yang meminjam dan bank sama-sama setuju dengan bunganya kan gak ada masalah. Karena sudah saling terbuka. Klo menabung di bank juga haram berarti semua orang di dunia ini sebagian besar makan uang haram semua. PNS aza pembayaran gajinya lewat bank. Otomatis juga ada bunganya. Semuanya itu sama aza tergantung niat si pelaku. Jangan buat perbedaan ini menjadi masalah yang besar. Karena hal yang halal aza klo niatnya jelek juga jadi haram. Berfikirlah lebih terbuka. Karena kita hidup bukan di negara islam tetapi negara umum. Klo di negara islam, hukum ini bisa berjalan. Tapi klo di INDONESIA 99% tdk akan mungkin jalan.
Abu al Maira :
Kalau anda datang ke renternir untuk pinjam uang dengan sistem riba/bunga, toh dua2nya sama2 ikhlas bukan….?? Lantas apakah kalau anda ikhlas membayar bunga/riba kepada renternir dan renternir juga ikhlas meminjamkan uang kepada anda lantas hukum syariat berubah dari haram menjadi halal…??
Yang diharamkan adalah mengambil riba/bunga. Kalau saya terima gaji via bank tapi bunga bank tidak saya sentuh, ya halal2 saja… Atau saya transfer uang lewat bank, ya sah2 saja… Bahkan dahulu Nabi dan para sahabat juga bermuamalah dengan Yahudi yang notabene Yahudi adalah kaum yang memakai sistem riba dalam perdagangan/muamalahnya. Tapi apakah Nabi dan para sahabat lantas ikut2an dengan sistem riba…?? TENTU SAJA TIDAK…
Untuk meninggalkan riba, kita tidak harus tinggal di Arab Pak… Cukup tinggal di Indonesia, tinggalkan praktek ribawi… selesai deh…..
Cobalah lebih terbuka mengenal dan mempelajari syariat…
Komentar oleh Tsani — September 18, 2010 @ 2:24 pm
Balas
salam,
bagaimana ttg Gramen Bank bangladesh… mereka dapat nobel prize karena bisa menghapuskan kemiskinan di dunia… kurasa mulia sekali tapi ada bunyi bank gitu… hehehe…
Abu al Maira ;
Alaikumussalaam….
Selama ada bank tidak berbisnis ribawi atau muamalah yg melanggar syariah, ya sah2 saja…..
Tapi seperti apakah bank bangladesh itu ? kalau masih bisnis riba ya sama saja apapun moto dan visinya…
Komentar oleh Ridha Maasir — Juli 8, 2010 @ 8:41 pm
Balas
Assalamualaykum wr. wb
Saya lulusan SMA. Setelah lulus, saya melanjutkan studi di salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Oleh pihak universitas saya diajukan untuk memperoleh beasiswa dari Departemen Pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa yang pada saat SMA memiliki prestasi di tingkat nasional dan juga tidak mampu. Karena, saya memang tidak memiliki biaya untuk kuliah, saya ikuti saja. Permasalahannya adalah, pemerintah dalam hal ini bekerja sama dengan sebuah bank konvensional dalam pendanaannya. Padahal, salah satu bentuk beasiswanya itu berupa uang bulanan? apakah uang bulanan ini haram? kemudian, setelah lulus kuliah, saya diwajibkan bekerja di bank itu. Ini jelas tidak boleh. Saya harus bagaimana? saya benar2 tidak punya biaya untuk kuliah. Mohon sarannya.
Abu al Maira :
Alaikumussalaam warahmatullah….
kalau anda mau memilih jalan selamat, tolaklah beasiswa tersebut….
Terlebih lagi anda harus berjanji untuk bekerja di bank tersebut yang notabene anda akan bekerja di lembaga ribawi…
Komentar oleh Rahmatdi — Juli 22, 2010 @ 5:59 am
Balas
jd apa hukumnya menabung n bertransaksi di bank konvensional???
Abu al Maira :
menabung di bank konvensional tanpa mengambil imbalan bunga bank/riba menurut pendapat jumhur adalah halal….
Adapun menggunakan jasa keuangan bank konvensional dalam hal transaksi keuangan sperti transfer dan semacamnya yang terbebas dari praktek ribawi adalah halal…
Komentar oleh wahid — September 5, 2010 @ 9:28 pm
Balas
ooo, ada yg bpendpat kl memang haram knp amp sekarag MuI n Depag nyaranin jema’ah haji tetap pake jasa mreka???kan tlg menolong dlm keburukan critanya kl gt…
Abu al Maira :
Memakai jasa kan bukan berarti ta’awwun mas… Nabi dan sahabat dulu juga bermuamalah dengan yahudi yang notabene yahudi adalah kaum yang akrab menjalankan praktek ribawi….
jadi harap dibedakan antara memakai/membeli jasa dengan ber-ta’awwun ,,,,
Komentar oleh wahid — September 5, 2010 @ 9:39 pm
Balas
Assalamualaikum..saya sudah 7 tahun bekerja di bank sampai saat ini masih..sudah 3x saya minta resign tp ditolak..jika sy resign tdk sesuai prosedur mk sy tdk mendpt pesangon.padahal sy memiliki pinjaman diBANK tmpt sy bekerja,jika tdk mendpt pesangon mk sy tdk dpt melunasi pinjaman tsb.mohon pencerahannya.?
Abu al Maira :
‘Alaikumussalaam warahmatullah
Berusahalah semaksimal mungkin…. Toh tidak hanya dengan pesangon anda dapat melunasi hutang2 anda, minta tolonglah kepada Allah agar anda dimudahkan untuk melunasi hutang2 anda….
Komentar oleh Nugroho — September 13, 2010 @ 2:56 pm
Minggu, 10 Oktober 2010
KUMPULAN DOA SEHARI - HARI
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
BISMIKA ALLOOHUMMA AHYAA WABISMIKA AMUUT
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Dengan namaMu ya Allah hidupku dan dengan namaMu pula ya Allah matiku ”
Doa Bangun Tidur
Berikut ini adalah do’a Bangun Tidur / Bobo yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika bangun dari tidur untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikanNya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALHAMDULILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAA TANAA WAILAIHINNUSYUUR
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Segala puji bagi Allah yang telah menghdupkan (membangunkan) kami kembali sesudah kami mati (tidur), dan kepadaNyalah kami akan kembali ”
Doa Ketika Mendapat Mimpi Baik
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALHAMDULILLAHIL LADZII QODHO HAAJAT
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku ”
Doa Ketika Mendapat Mimpi Buruk
Berikut ini adalah do’a Ketika Mendapat Mimpi Buruk yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca setelah terbangun dari mimpi yang membuat hati sedih, waswas atau yang bersifat negatif.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA INNI A’UUDZUBIKA MIN ‘AMALISY SYAITHOONI WA SAYYI'AATIL AHLAAM
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dari mimpi-mimpi yang buruk ”
Doa Sebelum Masuk WC
Berikut ini adalah do’a Sebelum Masuk WC yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca sebelum memasuki kamar mandi, toilet, wc, jamban, cubluk, dan sebgainya untuk buang hajat.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
BISMILLAHI ALLOOHUMMA INNII A’UUDZUBIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHOBAAIST
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Dengan nama Allah Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kejahatan para setan khobaist ”
Doa Setelah keluar WC
Berikut ini adalah do’a Setelah keluar WC yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca setelah memasuki kamar mandi, toilet, wc, jamban, cubluk, dan sebagainya untuk buang hajat.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALHAMDULILLAAHIL LADZII ADZHABA 'ANNIL ADZAA WA 'AAFANII
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Segala Puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoran dariku dan menjadikan aku sehat wal 'afiyat ”
Doa Hendak Berpakaian / Memakai Baju
Berikut ini adalah do’a Hendak Berpakaian / Memakai Baju yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat mau memakai baju, celana, rok, jilbab, dan lain sebagainya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA INNII AS 'ALUKA MIN KHOIRIHII WA KHOIRI MAA HUWALAHU WA A’UUDZU BIKA MIN' SYARRIHII WA SYARRI MAA HUWALAHU
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Yaa Allah sesungguhnya aku memohon kepadaMu dari kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ada dipakaian ini. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatan pakaian ini dan dari kejahatan yang diakibatkan pakaian ini ”
Doa Ketika Bercermin / Berkaca
Berikut ini adalah do’a Ketika Bercermin / Berkaca yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat di depan cermin atau kaca untuk melihat refleksi bayangan diri sendiri.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
AL HAMDULILLAAHI ALLOOHUMMA KAMAA AHSANTA KHOLQII WAHASSIN KHULUQ
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Segala puji bagi Allah ya Tuhanku sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku, maka baguskanlah budi pekertiku ”
Doa Sebelum Makan
Berikut ini adalah do’a Sebelum Makan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca sebelum mulai makan makanan untuk mengisi perut demi kelangsungan hidup.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA BAARIK LANAA FIIMA ROZAQTANAA WAQINAA 'ADZAABANNAAR
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Yaa Allah, berkatilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka ”
Doa Sesudah Makan
Berikut ini adalah do’a Sesudah Makan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca setelah mulai makan makanan untuk mengisi perut demi kelangsungan hidup.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALHAMDU LILLAHILLADZII ATH AMANAA WA SAQOONA WAJA’ALANAA MUSLIMIIN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama islam ”
Doa Keluar Rumah
Berikut ini adalah do’a Keluar Rumah yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika mau keluar rumah tempat tinggal menuju luar rumah untuk berbagai keperluan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
BISMILLAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAH WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Dengan nama Allah aku berserah diri kepadaNya dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah ”
Doa Berpergiaan / Pergi Ke Suatu Tempat
Berikut ini adalah do’a Berpergiaan / Pergi Ke Suatu Tempat yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca jika mau pergi ke suatu tempat agar selalu mendapat lindungan dari Allah SWT.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA HAWWIN ‘ALAINAA SAFARONAA HAADZAA WATHWI 'ANNAA BA’DAHU, ALLOOHUMMA ANTASH SHOOHIBU FISSAFARI WAL KHOLIIFATU FIL AHLI
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, berikanlah kemudahan bagi kami dalam bepergian ini, dan dekatkanlah yang jauh. Ya Allah yang menemani dalam berpergian dan Engkau pula yang melindungi keluarga ”
Doa Naik Kendaraan Darat
Berikut ini adalah do’a Naik Kendaraan Darat yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca jika mau pergi ke suatu tempat dengan alat transportasi darat, seperti mobil, sepeda motor, sepeda, becak, dan lain sebagainya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
SUBHAANAL LADZII SAKHKHORO LANAA HAADZAA WAMAA KUNNAA LAHU MUQRINIINA WA INNAA ILAA RABBINAA LAMUN' QOLIBUUN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Maha suci Allah yang telah memudahkan kendaraan bagi kami, sedangkan kami tidak bisa memudahkan kepadaNya, dan kepada Allah kami kembali ”
Doa Tiba ditempat Tujuan
Berikut ini adalah do’a Tiba ditempat Tujuan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat sampai di tempat yang dituju dari perjalanan yang telah dilakukan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALHAMDULILLAAHIL LADZII SALAMANI WALLADZI AAWANI WALLADZI JAMA’ASY SYAMLABI
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dan yang telah melindungiku dan yang mengumpulkankanku dengan keluargaku ”
Doa Hendak Masuk Rumah
Berikut ini adalah do’a Hendak Masuk Rumah yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat ingin memasuki rumah untuk meminta kebaikan dari Allah SWT.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLAAHUMMA INNI AS ALUKA KHOIRAL MUULAJI WA KHOIRAL MUKHROJI BISMILLAHI WALAJNAA WA BISMILLAHI KHOROJNAA WA ALALLOOHI RABBINA TAWAKKALNAA
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Yaa Allah, aku minta kepadaMu baiknya rumah yang kumasuki dan rumah yang kutinggalkan. Dengan nama Allah kami masuk rumah, dengan nama Allah aku keluar rumah, serta kepadaNya aku berserah diri ”
Doa Melepas Pakaian / Membuka Baju
Berikut ini adalah do’a Melepas Pakaian / Membuka Baju yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat membuka pakaian yang dipakai baik untuk mandi, untuk ganti baju, luluran, dan sebagainya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
BISMILLAAHI LAAA ILAAHA ILLAA HUWA
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Dengan nama Allah, tiada tuhan selain Dia ”
Doa Untuk kedua orang tua
Berikut ini adalah do’a Untuk kedua orang tua yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca untuk meminta orang tua kita baik ayah / bapak dan ibu disayang oleh Allah SWT di akherat.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”
Doa Di Waktu Pagi Hari
Berikut ini adalah do’a Di Waktu Pagi Hari yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca di pagi hari untuk meminta kenikmatan yang sempurna kepada Allah SWT.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA INNII ASBAHTU MIN'KA FII NI'MATIW WA'AAFIYATIW WASATROTIN' FA ATIMMA NI'MATAKA 'ALAYYA WA'AAFIYATAKA FIDDUN YAAWAL AAKHIROOH
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya allah, sesungguhnya aku hadapi pagi hari yang Egkau berikan ini dengan kenikmatan serta 'afiyah dan tertutup rapi. Maka sempurnakanlah ni'matMu untukku, serta 'afiyah dan tutupan Engkau di dunia dan di akhirat ”
Doa Berpakaian / Memakai Pakaian Baru
Berikut ini adalah do’a Berpakaian / Memakai Pakaian Baru yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat memakai pakaian baru yang dipakai baik baju, celana, rok, kaos, dan sebagainya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALHAMDULILLAAHIL LADZII KASSAANII HAADZAST TSAUBA WAROZAQONIIHI MIN' GHOIRI HAULIM MINNII WALAA QUWWAH
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini dan memberi rizki dengan pakaian ini tanpa dengan susah payah untuk mendapatkannya ”
Doa Disuguhi Hidangan Makanan Minuman
Berikut ini adalah do’a Disuguhi Hidangan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika diberi hidangan makanan dan minuman untuk kita untuk mendoakan yang memberi hidangan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
AFTHORO 'INDAKUMUSH SHOOIMUUNA WA AKALA THO'AAMA KUMUL ABROORU WA SHOLLAT ' ALAIKUMUL MALAAIKAH
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Telah berbuka orang-orang yang berbuka di tempatmu, hidanganmu dimakan oleh orang-orang yang baik-baik. Malaikat memintakan ampunan untukmu ”
Doa Menghadapi Pekerjaan Sulit / Sukar
Berikut ini adalah do’a Menghadapi Pekerjaan Sulit / Sukar yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca dalam menjalani suatu cobaan pekerjaan yang sulit dan sukar untuk dilaksanakan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALOOHUMMA LAA SAHLA ILLAA MAA JA'ALTAHU SAHLAW WA ANTA TAJ'ALUL HAZNA IDZA SYITA SAHLAN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, tidak ada sesuatu yang mudah kecuali yang Engkau mudahkan dan Engkaulah yang menjadikan segala sesuatu yang sulit itu menjadi mudah jika Engkau menghendaki ”
Doa Masuk Pasar
Berikut ini adalah do’a Masuk Pasar yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika memasuki areal pasar tempat jual beli produk dan jasa untuk melakukan suatu transaksi.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
LAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAMULAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA HAYYUL LAA YAMUUTU BIYADIHIL HOIRU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI IN QODIIR
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNyalah kerajaan (alam semesta) dan bagiNyalah segala puji. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah yang hidup yang tidak mati. Di tanganNyalah segala kebaikan. Dan Dia Maha Kuasa ”
Doa Masuk Pasar
Berikut ini adalah do’a Masuk Pasar yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika memasuki areal pasar tempat jual beli produk dan jasa untuk melakukan suatu transaksi.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
LAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAMULAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WA HUWA HAYYUL LAA YAMUUTU BIYADIHIL HOIRU WA HUWA 'ALAA KULLI SYAI IN QODIIR
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNyalah kerajaan (alam semesta) dan bagiNyalah segala puji. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan. Dialah yang hidup yang tidak mati. Di tanganNyalah segala kebaikan. Dan Dia Maha Kuasa ”
Doa Mendengar Petir / Gemuruh / Geledek
Berikut ini adalah do’a Mendengar Petir / Gemuruh yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika ada petir / geledek / petir / suara gemuruh / gledek / halilintar yang ada di langit.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA LAA TAQTULNAA BIGHODHOBIKA WA LAA TUHLIKNAA BI'ADZAABIKA WA'AAFINAA QOBLA DZAALIK
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, hanganlah Engkau membunuh kami dengan kemurkaanMu, dan janganlah Engkau merusakkan kami dengan siksaanMu dan selamatkanlah kami sebelum itu ”
Doa Ada Hujan Yang Membahayakan
Berikut ini adalah do’a Ada Hujan Yang Membahayakan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika turun hujan dengan situasi dan kondisi yang berbahaya seperti badai, hujan angin, hujan batu es, dll.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA AGHITSNAA, ALLOHUMMA AGHITSNAA, ALLOOHUMMA AGHITSNAA
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, tolonglah kami, Ya Allah, tolonglah kami, Ya Allah, tolonglah kami ”
Doa Agar Terhindar Dari Bahaya Kebakaran
Berikut ini adalah do’a Agar Terhindar Dari Bahaya Kebakaran yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca untuk meminta perlindungan terhadap musibah kebakaran kepada Allah SWT.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA ANTA ROBBI LAA ILAAHA ILLA ANTA 'ALAIKA TAWAKKALTU WA ANTA ROBBUL'ARSYIL AZHIIM. MAASYAA ALLOOHU KAANA WA MAA LAM YASYALAM YAKUN. LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLA BILLAAHIL'ALIYYIL 'AZHIIM. A'ALAMU ANNALLOOHA 'ALAA KULLI SYAI IN QODIIR. WA ANNAL
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah Engkau Tuhanku tiada Tuhan selain Engkau, kepada Engkau aku berserah diri, Engkaulah Tuhan 'Arsyi yang agung, apa yang dikehendaki Allah terjadilah dan apa yang tidak dikehendaki oleh Allah tidak akan terjadi. Tidak ada daya kekuatan hanya Allah ”
Doa Mohon Keselamatan
Berikut ini adalah do’a Minta / Mohon Keselamatan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca untuk memohon diberikan keselamatan, kesehatan, ilmu, rejeki, dan lain-lain di dunia.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA INNA NAS ALUKA SALAAMATAN FIDDIIN, WA 'AAFIYATAN FIL JASADI, WA ZIYAADATAN FIL 'ILMI, WA BAROKATAN FIR RIZQI, WA TAUBATAN QOBLAL MAUT, WA ROHMATAN 'INDAL MAUT, WA MAGHFIROTAM BA'DAL MAUT, ALLOOHUMMA HAWWIN 'ALAINAA FII SAKAROOTIL MAUT, WAN NAJA
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah sesungguhnya kami memohon keselamatan kepadaMu dalam agama, memohon kesejahteraan atau kesehatan jasmani, memohon tambahan ilmu pengetahuan, memohon rizki yang diberkahi, memohon diterimanya taubat sebelum tiba kematian, mohon mendapatkan rahmat ”
Doa Dijauhkan Dari Berbagai Penyakit
Berikut ini adalah do’a Dijauhkan Dari Berbagai Penyakit yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca untuk minta dihindarkan dari penyakit yang kotor dan menjijikkan seperti kusta, gila, belang, dan lain-lain.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MINAL BAROSHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA SAYYI IL ASQOOM
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, saya berlindung kepadaMu dari penyakit belang dan dari penyakit gila, dan dari penyakit kusta, dan dari segala macam penyakit yang menjijikkan ”
Doa Ketika Diserang Penyakit
Berikut ini adalah do’a Ketika Diserang Penyakit yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika mendapat penyakit / jatuh sakit untuk memohon segera diberikan kesembuhan seperti sedia kala.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
BISMILLAH, BISMILLAH, BISMILLAH A'UUDZUU BI'IZZATILLAAHI WAQUDROTIHI SYARRI MAA AJIDU WA UHAADZIIR
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Dengan nama Allah, Dengan nama Allah, Dengan nama Allah aku berlindung dengan kemuliaan Tuhan dan KekuasaanNya dari pada kejahatan ang aku derita dan yang aku takuti ini ”
Doa Menjenguk Orang Sakit
Berikut ini adalah do’a Menjenguk Orang Sakit yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika mendatangi orang sakit untuj dijenguk agar orang yang didatangi dapat cepat diberi kesembuhan Allah SWT.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ASALULLOOHAL 'AZHIIMA ROBBAL 'ARSYIL 'AZHIIMI AYYASFIIK (3X)
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Aku memohon kepada Allah yang Maha Besar, aku memohon kepada Allah yang Maha Besar, Tuhan 'Arsyi yang Maha Agung, mudah-mudahan Dia memberikan kesembuhan kepadamu (3X) ”
Doa Ketika Sedang Marah Dan Emosi
Berikut ini adalah do’a Ketika Sedang Marah yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat marah pada sesuatu atau seseorang / orang lain agar tidak jatuh ke tangan goodaan syaitan yang terkutuk.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
A'UUDZU BILLAAHI MINASSYAITHOONIR RIJIIM. ALLOOHUMMAGHFIRLII DZANBII WA ADZHIB GHOIZHO QOLBII WA AJIRNII MINASSYAITHOON
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Ya Allah ampunilah segala dosaku, hilangkan marah di dalam hatiku dan peliharalah aku dari godaan syeitan yang terkutuk ”
Doa Menyambut kedatangan Haji Baru
Berikut ini adalah do’a Menyambut kedatangan Haji Baru yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika ada orang lain yang baru tiba atau baru datang dari menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOHUMMAGHFIR LILHAAJJI WALIMANISTAGHFARO LAHU
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah ampunilah orang-orang yang melakukan ibadah haji ini, dan orang yang dimintakan ampun oleh orang-orang berhaji ”
Doa Sesudah Mendengar Azan / Adzan
Berikut ini adalah do’a Sesudah Mendengar Azan / Adzan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca sesaat setelah azan / adzan yang berkumandang selesai diperdengarkan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA ROBBA HAADZIHIDDA' WATITTAMMAH. WASHOLAATIL QOOIMAH. AATI MUHAMMADA NILWASIILAH. WAL FADHIILATA WAB'ATSHU MAQOOMAM MAHMUUDANILLADZII WA'ADTAH
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah Tuhan yang mempunyai seruan yang sempurna ini dan solat yang aku dirikan ini. Berikanlah kepada junjungan kami Nabi Besar Muhammad SAW. Perantaraan dan keutamaan dan tempatkanlah dia di tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya ”
Doa Agar Bisa Bayar Hutang
Berikut ini adalah do’a Agar Bisa Bayar Hutang yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca saat kesulitan dalam melunasi hutang yang kita miliki agar diberi kemudahan Allah untuk melunasi hutang yang ada.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMAK FINII BIHALAALIKA 'ANHAROOMIKA WA AGHNINII BIFADHLIK
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, Cukuplah dengan yang dihalalkan oleh Engkau, jauhkanlah dari yang diharamkan oleh Engkau, layaklah aku, anugerahkanlah Engkau, jauhkanlah daripada mengharap-harap selain dari Engkau ”
Doa Pindah Rumah
Berikut ini adalah do’a Pindah Rumah yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika mau pindah rumah ke tempat lain yang baru agar terhindar dari kejahatan makhluk Allah seperti binatang, jin dan manusia.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
A'UUDZU BIKALIMAATILLAHIT TAAMMAH, MIN' SYARRIMAA KHOLAQ
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan makhlukNya ”
Doa Masuk Masjid / Mushola
Berikut ini adalah do’a Masuk Masjid / Mushola yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika memasuki mesjid / musola / rumah Allah agar dosa kita diampunai dan dibuka pintu rahmatNya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII WAFTAHLII ABWAABA ROHMATIKA
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmatMu ”
Doa Keluar Masjid / Mushola
Berikut ini adalah do’a Keluar Masjid / Mushola yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika keluar mesjid / musola / rumah Allah agar dosa kita diampunai dan dibuka pintu karuniaNya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMAGHFIRLII DZUNUUBII WAFTAHLII ABWAABA FADHLIKA
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu karuniaMu ”
Doa Setelah Sholat Maghrib
Berikut ini adalah do’a Setelah Sholat Maghrib yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca setelah melaksanakan ibada solat magrib agar dihindarkan dari api neraka yang dibaca sebanyak 7 (tujuh) kali.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA INNII AS ALUKAL JANNAH, ALLOOHUMMA AJIRNII MINANNAAR (7X)
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah aku mohon agar masuk surga, Ya Allah aku mohon agar dihindarkan dari api neraka (7X) ”
Doa Setelah Bersin / Bankis
Berikut ini adalah do’a Setelah Bersin / Banpis yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca (1) oleh yang bersin (2) oleh orang-orang yang mendengar orang bersin berdoa (3) oleh orang yang bersin yang mendengar doa orang lain terhadap doa bersinnya yang pertama.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
(1) ALHAMDULILLAAH (2) YARHAMUKALLOOH (3) YAHDIIKUMULLOOHU WAYUSHLIH BAALAKUM
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ (1) Segala puji bagi Allah (2) Semoga Allah merahmatimu (3) Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu ”
Doa Berbuka Puasa
Berikut ini adalah do’a Berbuka Puasa yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca oleh orang yang buka puasa baik puasa wajib romadhon maupun puasa sunah lainnya.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOHUMMA LAKA SHUMTU WABIKA AAMANTU WA'ALAA RIZQIKA AFTHORTU BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah untukMu aku berpuasa, kepadaMu aku beriman dan dengan rizki dariMu aku berbuka, dengan rahmatMu wahai Tuhan yang Maha Penyayang ”
Doa Dihindarkan Dari Godaan Setan / Syetan
Berikut ini adalah do’a Dihindarkan Dari Godaan Setan / Syetan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca untuk meminta perlindungan Allah SWT dari gangguan kejahatan jin, setan, hantu, iblis dan kawan-kawan dkk.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
A'UUDZUBILLAAHI MINKA UL'INUKA BILA'NATILLAAHIT TAAMAH
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Aku berlindung kepada Allah dari gangguanmu dan aku mengutukmu dengan laknat Allah ”
Doa Mengusir Setan
Berikut ini adalah do’a Mengusir Setan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca seseorang untuk mengusir syetan, jin, iblis, hantu dan sebangsanya agar mendapat perlindungan Allah SWT.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ROBBI A'UUDZUBIKA MIN HAMAZAATISSYAYAA THIINI WA A'UUDZUBIKA ROBBI AYYAHDHURUUN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari gangguan syetan dan aku berlindung kepada Engkau dari kedatangan mereka ”
Doa Minta Dihilangkan Rasa Takut Pada Setan
Berikut ini adalah do’a Minta Dihilangkan Rasa Takut Pada Setan yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca agar jadi tidak takut pada makhluk halus jahat seperti syetan, jin, iblis, hantu yang menyeramkan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
A'UUDZU BIKALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN'KULLI SYAITHOONIW WAHAAMMATIW WAMIN'KULLI 'AINIL LAAMMAH
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Aku berlindung dengan kalimat Tuhan yang Maha Sempurna dari Syaitan yang menggoda dari pandangan mata yang menyeramkan ”
Doa Minta Dijauhkan Dari Gangguan Jin
Berikut ini adalah do’a Minta Dijauhkan Dari Gangguan Jin yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca untuk mohon perlindungan dan dijauhkan dari gangguan jin, syaiton, iblis yang jahat.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MIN' SYARRI SYAITHOONIW WAMIN' SYARRI KULLI DZII SYARRI MAA YATII BIHI BIROHMATIKA YAA ARHAMAR ROOHIMIIN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kejahatan syeitan dan dari kejahatan setiap yang mempunyai kejahatan dan dari kejahatan yang datang kepadaku dengan rahmatMu wahai Dzat yang Maha Penyayang ”
Doa Ucapan Suami Istri Dimalam Pengantin
Berikut ini adalah do’a Ucapan suami istri dimalam pengantin yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dbaca oleh pasangan suami istri / pasutri yang baru menikah di malam pertama agar mendapat kebajikan dan terlindung dari segala keburukan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMA INNI AS ALUKA KHOIRA KHOIRAMA JABALTAHA ‘ALAIHA. WA A’UDZU BIKA MIN' SYARRIHA WA SYARRIMA JABALTAHA ‘ALAIHI
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Wahai Tuhanku, aku mohon kepadaMu kebajikannya dan kebajikan tabiatnya, dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan tabiatnya ”
Doa Untuk Suami Istri Yang Mandul
Berikut ini adalah do’a Untuk suami istri yang mandul yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika sudah lama kawin / nikah tetapi tidak punya anak / belum diberikan keturunan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIIM. ROBBI LA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHOIRUL WARITSINA
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang. Wahai Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik ”
Doa Membuat Rukun Suami Istri Yang Ingin Cerai
Berikut ini adalah do’a Membuat Rukun Suami Istri Yang Ingin Cerai yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca ketika terjadi perselisihan dengan pasangan suami atau istri untuk diberikan / dikembalikan rasa cinta.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
WA ALQOITU ‘ALAIKA MAHABBATAM MINNI WA LITUSHNA’A ‘ALA ‘AINI
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Aku jatuhkan padamu rasa kecintaan dariku dan agar diperbuat oleh kamu atas mataku ”
Doa Dianugrahi Istri dan anak yang shaleh
Berikut ini adalah do’a Dianugrahi Istri dan anak yang shaleh yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca untuk mohon diberikan anak cucu dan istri yang sholeh, membuat hati senang dan bertakwa kepada Allah SWT.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ROBBANA HAB LANA MIN' AZWAJINA WA DZURIYYATINA QURROTA A’YUNIN WAJ’ALNA LIL MUTTAQINA LIMAMAN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai ikutan bagi orang-orang yang bertaqwa ”
Doa Agar Anak Menjadi Orang Yang Berilmu Dan Berguna
Berikut ini adalah do’a Agar Anaknya Menjadi Orang Yang Berilmu Dan Berguna yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca agar anak kita memiliki ilmu yang tinggi, berbudi pekerti yang baik, mendapat banyak rejeki, tidak jadi penjahat, dan sebagainya yang baik-baik.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ALLOOHUMMAJ’ALNI WA AULADI WA DZURRIYYATI MIN AHLIL’ KHOIRI WA LA TAJ’ALNI WA IYYAHUMMIN AHLIS SU IWA AHLIDH GHOIRI WARZUQNI WA IYYAHUM ‘ILMAN NAFI’AN WA RIZQON WA SI’AW WA KHULUQON HASANAN WATTAUFIQO LITH THO’ATI WA FAHMAN NABIYYIIN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Allah jadikanlah aku, anak-anakku, dan keluargaku termasuk dari golongan orang yang baik. Dan janganlah Engkau jadikan aku serta mereka dalam golongan orang yang jahat, dan orang yang membuat mudharat. Berilah rejeki kepadaku dan kepada mereka berupa i ”
Doa Nabi Sulaiman AS – Do’a Agar Pandai Bersyukur.
Berikut ini adalah do’a Nabi Sulaiman AS yang dipanjatkan kepada Tuhan Allah SWT untuk dibaca agar dapat tetap pandai bersyukur kepada Allah SWT, pandai melakukan amal shaleh dan juga dapat dimasukkan dalam golongan hamba Allah yang soleh.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
ROBBI AUZI'NII AN ASYKURO NI'MATAL LATII AN'AMTA 'ALAYYA WA 'ALLA WAALIDAYYA WA AN' A'MALA SHOOLIHAN TARDHOOHU WA ADKHILNII BIROHMATIKA FII 'IBAADIKASH SHOOLIHIIN
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridoi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu ”
Doa Mohon Keberkahan Pengantin Pasangan Suami Isteri Baru Menikah
Berikut ini adalah do’a yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh seseorang yang ingin memberi doa restu kepada para mempelai pengantin yang baru menikah / kawin agar perkawinan / pernikahannya diberkahi oleh Allah SWT serta selalu dalam kebajikan.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
"Baarokalloohu laka wa baaraka 'alayka wa jama'a baynakumaa fi khoiir."
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“Mudah-mudahan Allah memberi keberkahan untukmu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebajikan.
Doa Ingin Cepat Dapat Jodoh (Mendapat Suami)
Berikut ini adalah do’a yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh kaum perempuan / wanita untuk memohon agar cepat diberikan jodoh / suami yang baik melalui proses pernikahan/perkawinan yang baik pula.
Doa dalam huruf latin berbahasa Arab :
"ALLOHUMMAB'ATS BA'LAN SHOOLIHAN LIKHITHBATHII WA'ATTHIF QOLBAHU 'ALAYYA BIHAQQI KALAAMIKAL QODIIMI WABIROSUULIKAL KARIIMI BI ALFI ALFI LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL 'ALIYYIL 'AZHIIM WA SHOLLALLOOHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA'ALAA AALIHII WA SHOHBIHI WA SALLAMA WALHAMDULILLAAHIROBBIL 'AALAMIIN."
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Tuhanku, utuslah seorang suami yang shalih untuk melamarku, condongkanlah hatinya kepadaku berkat kebenaran Kalam-Mu yang qadim dan berkat utusanMu yang mulia dengan keberkahan sejuta ucapan LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL 'ALIYYIL 'AZHIIM. Dan semoga Allah Melimpahkan Rahmat dan salam kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, dan kepada segenap keluarga serta sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian Alam."
Bacaan Doa Sesudah/Setelah Sholat/Shalat Berjamaah Atau Sendiri
Fri, 16/10/2009 - 12:11am — godam64
Setelah sholat usai ada baiknya kita berdoa kepada Allah SWT dengan doa yang baik baik dilakukan sendiri maupun jamaah di mana imam atau salah seorang ma'mum memimpin do'a dan yang lainnya mengamini. Doa kepada Allah SWT memang tidak dibatasi bentuk kalimat bacaan doanya (boleh kurang boleh lebih) dan tidak terbatas bahasa yang dipakai untuk berdo'a karena pada dasarnya 4JJI Maha Mengetahui dan Maha Mendengar doa hamba-hambanya.
1. Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin, hamdan yuwaafii ni'amahu wayukaafii maziidah. Yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yammbaghii lijalaali wajhika wa'azhiimi sulthoonik. Olloohumma sholli'alaa sayyidinaa muhammadin wa'alaa aali sayyidinaa muhammad.
2. Olloohumma robbanaa taqobbal minnaa sholaatanaa washiyaamanaa warukuu'annaa wasujuudanaa waqu'uudanaa watadlorru'annaa watakhossyu'annaa wata'abbudanaa watammim taqshiironaa yaa ollohu yaarobbal 'aalamiin.
3. Robbanaa dholamnaa angfusanaa waillam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khoosiriin. Robbanaa walaa tahmil 'alainaa ishron kamaa hamaltahu 'alalladziina mingqoblinaa, Robbanaa walaa tuhamilnaa maala thooqotalanaa bihii wa'fu 'annaa waghfirlanaa warhamnaa antamaulaanaa fangshurnaa 'alal qoumil kaafiriin.
4. Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba'da idz hadaitanaa wahablanaa milladungka rohmatan innaka antal wahhaab.
5. Roobanaghfir lanaa waliwaalidiinaa wali jamii'il muslimiina walmuslimaati wal mu'miniina wal mu'minaati al ahyaa iminhum wal amwaat, innaka 'alaa kulli syai'in qodiir.
6. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa 'adzaabannaar.
7. Ollohummaghfir lanaa dzunuubanaa wakaffir 'annaa sayyiaatinaa watawaffanaa ma'al abroor.
8. Subhaana robbika robbil izzati 'ammaa yashifuun, wasalaamun 'alal mursaliin, walhamdu lillahi robbil 'aalamiin.
Tambahan :
Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan, karena semua itu datangnya dari sebuah ketidaksengajaan. Temukan koleksi kumpulan-kumpulan doa-doa Rasulullah SAW di situs organisasi.org ini. Selamat berdoa dan semoga doa anda dikabulkan Allah SWT.
Sumber : Organisasi.Org Komunitas & Perpustakaan Online Indonesia
http://organisasi.org/
Minggu, 03 Oktober 2010
Al-Qur’an Kalam Allah
Dalam pemahaman Ulama kita; ulama Ahlussunnah ketika dikatakan: “al-Qur’an Kalam Allah”, maka dalam pemaknaannya terdapat dua pengertian;
Pertama: Al-Qur’an dalam pengertian lafazh-lafazh yang diturunkan (al-Lafzh al-Munazzal), yang ditulis dengan tinta di antara lebaran-lembaran kertas (al-Maktub Bain al-Masha-hif), yang dibaca dengan lisan (al-Maqru’ Bi al-Lisan), dan dihapalkan di dalam hati (al-Mahfuzh Fi ash-Shudur). Al-Qur’an dalam pengertian ini maka tentunya ia berupa bahasa Arab, tersusun dari huruf-huruf, serta berupa suara saat dibaca.
Kedua: Al-Qur’an dalam pengertian Kalam Allah ad-Dzati. Artinya dalam pengertian salah satu sifat Allah yang wajib kita yakini, yaitu sifat al-Kalam. Sifat Kalam Allah ini, sebagaimana seluruh sifat-sifat Allah lainnya, tidak menyerupai makhluk-Nya. Sifat Kalam Allah tanpa permulaan dan tanpa penghabisan, serta tidak menyerupai sifat kalam yang ada pada makhluk. Sifat kalam pada makhluk berupa huruf-huruf, suara dan bahasa. Adapun Kalam Allah bukan huruf, bukan suara dan bukan bahasa.
Al-Qur’an dalam pengertian pertama (al-Lafzh al-Munazzal) maka ia adalah makhluk. Dan al-Qur’an dalam pengertian yang kedua (al-Kalam adz-Dzati) maka jelas ia bukan makhluk. Namun demikian, al-Qur’an baik dalam pengertian pertama maupun dalam pengertian kedua tetap disebut “Kalam Allah”. Kita tidak boleh mengatakan secara mutlak; “al-Qur’an Makhluk”, sebab pengertian al-Qur’an ada dua; dalam pengertian al-Lafzh al-Munazzal dan dalam pengertian al-Kalam adz-Dzati, sebagaimana di atas.
Al-Qur’an dalam pengertian pertama adalah sebagai ungkapan dari sifat Kalam Allah adz-Dzati. Maka al-Qur’an yang berupa kitab yang kita baca dan kita hafalkan, tersusun dari huruf-huruf, dan dalam bentuk bahasa Arab, bukan sebagai Kalam Allah al-Dzati (sifat Kalam Allah), melainkan kitab tersebut adalah ungkapan (‘Ibarah) dari Kalam Allah al-Dzati yang bukan suara, bukan huruf-huruf, dan bukan bahasa.
Sebagai pendekatan, apabila kita menulis lafazh “Allah” di papan tulis, maka hal itu bukan berarti bahwa “Allah” yang berupa tulisan itu Tuhan yang kita sembah. Melainkan lafazh atau tulisan “Allah” tersebut hanya sebagai ungkapan (‘Ibarah) bagi adanya Tuhan yang wajib kita sembah, yang bernama “Allah”. Demikian pula dengan “al-Qur’an”, ia disebut “Kalam Allah” bukan dalam pengertian bahwa itulah sifat Kalam Allah; berupa huruf-huruf, dan dalam bahasa Arab. Tetapi al-Qur’an yang dalam bentuk huruf-huruf dan dalam bentuk bahasa Arab tersebut adalah sebagai ungkapan dari sifat Kalam Allah adz-Dzati.
Dengan demikian harus dibedakan antara al-Lafzh al-Munazzal dan al-Kalam adz-Dzati. Sebab apa bila tidak dibedakan antara dua perkara ini, maka setiap orang yang mendengar bacaan al-Qur’an akan mendapatkan gelar “Kalimullah” sebagaimana Nabi Musa yang telah mendapat gelar “Kalimullah”. Tentu hal ini menjadi rancu dan tidak dapat diterima. Padahal, Nabi Musa mendapat gelar “Kalimullah” adalah karena beliau pernah mendengar al-Kalam adz-Dzati yang bukan berupa huruf, bukan suara dan bukan bahasa. Dan seandainya setiap orang yang mendengar bacaan al-Qur’an mendapat gelar “Kalimullah” seperti gelar Nabi Musa, maka berarti tidak ada keistimewaan sama sekali bagi Nabi Musa yang telah mendapatkan gelar “Kalimullah” tersebut.
Dalam al-Qur’an Allah berfirman: “Dan apa bila seseorang dari orang-orang musyrik meminta perlidungan darimu (wahai Muhammad) maka lindungilah ia hingga ia mendengar Kalam Allah”. (QS. at-Taubah: 6). Dalam ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk memberikan perlidungan kepada seorang kafir musyrik yang diburu oleh kaumnya, jika memang orang musyrik ini meminta perlindungan darinya. Artinya, Orang musyrik ini diberi keamanan untuk hidup di kalangan orang-orang Islam hingga ia mendengar Kalam Allah. Setelah orang musyrik tersebut diberi keamanan dan mendengar Kalam Allah, namun ternyata ia tidak mau masuk Islam, maka ia dikembalikan ke wilayah tempat tinggalnya.
Dalam ayat ini, yang dimaksud bahwa orang musyrik tersebut “mendengar Kalam Allah” adalah mendengar bacaan kitab al-Qur’an yang berupa lafazh-lafazh dalam bentuk bahasa Arab (al-Lafzh al-Munazzal), bukan dalam pengertian mendengar al-Kalam adz-Dzati. Sebab jika yang dimaksud mendengar al-Kalam adz-Dzati maka berarti sama saja antara orang musyrik tersebut dengan Nabi Musa yang telah mendapatkan gelar “Kalimullah”. Dan bila demikian maka berarti orang musyrik tersebut juga mendaptkan gelar “Kalimullah”, persis seperti Nabi Musa. Tentunya hal ini tidak bisa dibenarkan.
Diantara dalil lainnya yang menguatkan bahwa al-Kalam adz-Dzati bukan berupa huruf-huruf, bukan suara, dan bukan bahasa adalah firman Allah: “… dan Dia Allah yang menghisab paling cepat”. (QS. al-An’am: 62). Pada hari kiamat kelak, Allah akan menghisab seluruh hamba-Nya dari bangsa manusia dan jin. Allah akan memperdengarkan Kalam-Nya kepada setiap orang dari mereka. Dan mereka akan memahami dari kalam Allah tersebut pertanyaan-pertanyaan tentang segala apa yang telah mereka kerjakan, segala apa yang mereka katakan, dan segala apa yang mereka yakini ketika mereka hidup di dunia. Rasulullah bersabda: “Setiap orang akan Allah perdengarkan Kalam-Nya kepadanya (menghisabnya) pada hari kiamat, tidak ada penterjemah antara dia dengan Allah”. (HR. al-Bukhari)
Kelak di hari kiamat Allah akan menghisab seluruh hamba-Nya dalam waktu yang sangat singkat. Seandainya Allah menghisab mereka dengan suara, susunan huruf, dan dengan bahasa, maka Allah akan membutuhkan waktu beratus-ratus ribu tahun untuk menyelesaikan hisab tersebut, karena makhluk Allah sangat banyak. Termasuk di antara bangsa manusia adalah kaum Ya-juj dan Ma-juj, diriwayatkan dalam beberapa hadits bahwa mereka termasuk bangsa manusia dari keturunan Nabi Adam. Dalam hadits riwayat al-Bukhari disebutkan bahwa kaum terbesar yang kelak menghuni neraka adalah kaum Ya-juj dan Mu-juj ini.
Tentang jumlah mereka disebutkan dalam hadits riwayat Ibn Hibban dan an-Nasa-i bahwa setiap orang dari mereka tidak akan mati kecuali setelah beranak-pinak hingga keturunannya yang ke seribu (Lihat Ibn Hibban dalam al-Ihsan Bi Tartib Shahih Ibn Hibban, j. 1, h. 192, dan al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubra; Kitab at-Tafsir; Tafsir Surah al-Anbiya’). Artinya, jumlah mereka jauh lebih besar di banding jumlah seluruh manusia yang bukan dari kaum Ya-juj dan Ma-juj. Mereka semua hidup di tempat yang diketahui oleh Allah dari bumi ini, dan antara kita dengan mereka dipisahkan oleh semacam “tembok besar” (as-sadd) yang dibangun oleh Dzul Qarnain dahulu (lebih lengkap lihat al-Kawkab al-Ajuj Fi Ahkam al-Mala-ikat Wa al-Jinn Wa asy-Syathin Wa Ya-juj Wa Ma-juj dalam Majmu’ah Sab’ah Kutub Mufidah karya as-Sayyid Alawi ibn Ahmad as-Saqqaf). Kemudian lagi bangsa jin yang sebagian mereka hidup hingga ribuan tahun, bahkan manusia sendiri, sebelum umat Nabi Muhammad, ada yang mencapai umurnya hingga 2000 tahun, ada yang berumur hingga 1000 tahun, dan ada pula yang hanya 100 tahun. Kelak mereka semua akan dihisab dalam berbagai perkara menyangkut kehidupan mereka di dunia, tidak hanya dalam urusan perkataan atau ucapan saja, tapi juga menyangkut segala perbuatan dan keyakinan-keyakinan mereka. Seandainya Kalam Allah berupa suara, huruf, dan bahasa maka dalam menghisab semua makhluk tersebut Allah akan membutuhkan kepada waktu yang sangat panjang. Karena dalam penggunaan huruf-huruf dan bahasa jelas membutuhkan kepada waktu. Huruf berganti huruf, kemudian kata menyusul kata, dan demekian seterusnya. Dan bila demikian maka maka berarti Allah bukan sebagai Asra’ al-Hasibin (Penghisab yang paling cepat), tapi sebaliknya; Abtha’ al-Hasibin (Penghisab yang paling lambat). Tentunya hal ini mustahil bagi Allah.
Al-Imam al-Mutakallim Ibn al-Mu’allim al-Qurasyi dalam kitab Najm al-Muhtadi Wa Rajm al-Mu’tadi menuliskan sebagai berikut:
“Asy-Syaikh al-Imam Abu Ali al-Hasan ibn Atha’ pada tahun 481 H ketika ditanya sebuah permasalahan berkata: Sesungguhnya huruf-huruf itu dalam penggunaannya saling mendahuli satu atas lainnya. Pergantian saling mandahuli antara huruf seperti ini tidak dapat diterima oleh akal jika terjadi pada Allah yang maha Qadim. Sebab pengertian bahwa Allah maha Qadim adalah bahwa Dia ada tanpa permulaan, sementara pergantian huruf-huruf dan suara adalah sesuatu yang baharu (hadits) yang memiliki permulaan; tidak Qadim. Kemudian seluruh sifat-sifat Allah itu Qadim; tanpa permulaan, termasuk sifat Kalam-Nya. Seandainya Kalam Allah tersebut berupa huruf-huruf dan suara maka berarti pada kalam-Nya tersebut terjadi pergantian antara satu huruf dengan lainnya, antara satu suara dengan suara lainnya, dan bila demikian maka Dia akan disebukan oleh perkara tersebut. Padahal Allah tidak disibukan oleh satu perkara atas perkara yang lain. Di hari kiamat Allah akan menghisab seluruh makhluk dalam hanya sesaat saja. Artinya, dalam waktu yang sangat singkat seluruh makhluk-makhluk tersebut akan memahami Kalam Allah dalam menghisab mereka. Seandainya Kalam Allah berupa huruf dan bahasa maka berarti sebelum selesai menghisab: “Wahai Ibrahim...”; Allah tidak mampu untuk menghisab: “Wahai Muhammad...”. Bila kejadian hisab seluruh makhluk seperti ini maka seluruh makhluk tersebut akan terkurung dalam waktu yang sangat panjang menunggu selesai hisab satu orang demi satu orang. Tentunya perkara ini adalah mustahil bagi Allah”.
Makna Firman Allah: “Kun Fayakun” (QS. Yasin: 82)
Dalam al-Qur’an Allah berfirman: “Inama Amruhu Idza Arada Sya’ian An Yaqula Lahu Kun Fayakun” (QS. Yasin: 82). Makna ayat ini bukan berarti bahwa setiap Allah berkehendak menciptakan sesuatu, maka dia berkata: “Kun”, dengan huruf “Kaf” dan “Nun” yang artinya “Jadilah...!”. Karena seandainya setiap berkehendak menciptakan sesuatu Allah harus berkata “Kun”, maka dalam setiap saat perbuatan-Nya tidak ada yang lain kecuali hanya berkata-kata: “kun, kun, kun...”. Hal ini tentu mustahil atas Allah. Karena sesungguhnya dalam waktu yang sesaat saja bagi kita, Allah maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu yang tidak terhitung jumlanya. Deburan ombak di lautan, rontoknya dedaunan, tetesan air hujan, tumbuhnya tunas-tunas, kelahiran bayi manusia, kelahiran anak hewan dari induknya, letusan gunung, sakitnya manusia dan kematiannya, serta berbagai peristiwa lainnya, semua itu adalah hal-hal yang telah dikehendaki Allah dan merupakan ciptaan-Nya. Semua perkara tersebut bagi kita terjadi dalam hitungan yang sangat singkat, bisa terjadi secara beruntun bahkan bersamaan.
Adapun sifat perbuatan Allah sendiri (Shifat al-Fi’il) tidak terikat oleh waktu. Allah menciptakan segala sesuatu, sifat perbuatan-Nya atau sifat menciptakan-Nya tersebut tidak boleh dikatakan “di masa lampau”, “di masa sekarang”, atau “di masa mendatang”. Sebab perbuatan Allah itu azali, tidak seperti perbuatan makhluk yang baharu. Perbuatan Allah tidak terikat oleh waktu, dan tidak dengan mempergunakan alat-alat. Benar, segala kejadian yang terjadi pada alam ini semuanya baharu, semuanya diciptakan oleh Allah, namun sifat perbuatan Allah atau sifat menciptakan Allah (Shifat al-Fi’il) tidak boleh dikatakan baharu.
Kemudian dari pada itu, kata “Kun” adalah bahasa Arab yang merupakan ciptaan Allah (al-Makhluk). Sedangkan Allah adalah Pencipta (Khaliq) bagi segala bahasa. Maka bagaimana mungkin Allah sebagai al-Khaliq membutuhkan kepada ciptaan-Nya sendiri (al-Makhluq)?! Seandainya Kalam Allah merupakan bahasa, tersusun dari huruf-huruf, dan merupakan suara, maka berarti sebelum Allah menciptakan bahasa Dia diam; tidak memiliki sifat Kalam, dan Allah baru memiliki sifat Kalam setelah Dia menciptakan bahasa-bahasa tersebut. Bila seperti ini maka berarti Allah baharu, persis seperti makhluk-Nya, karena Dia berubah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Tentu hal seperti ini mustahil atas Allah.
Dengan demikian makna yang benar dari ayat dalam QS. Yasin: 82 diatas adalah sebagai ungkapan bahwa Allah maha Kuasa untuk menciptakan segala sesuatu tanpa lelah, tanpa kesulitan, dan tanpa ada siapapun yang dapat menghalangi-Nya. Dengan kata lain, bahwa bagi Allah sangat mudah untuk menciptakan segala sesuatu yang Ia kehendaki, sesuatu tersebut dengan cepat akan terjadi, tanpa ada penundaan sedikitpun dari waktu yang Ia kehendakinya.
Sumber :
Kompilasi CHM oleh : Muh. Luqman Firmansyah
| www.luqman.co.cc | luqman_firmansyah@yahoo.com |
Sabtu, 02 Oktober 2010
Allah Ada Tanpa Tempat
(Oleh : Kholil Abou Fateh)
“Engkau tidaklah menemukan yang serupa dengan-Nya (Allah)”. (QS. Maryam: 65)
Sesungguhnya keyakinan bahwa Allah ada tanpa tempat adalah aqidah Nabi Muhammad, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Mereka dikenal dengan Ahlussunnah Wal Jama'ah; kelompok mayoritas ummat yang merupakan al-Firqah an-Najiyah (golongan yang selamat).
Dalil atas keyakinan tersebut selain ayat di atas adalah firman Allah:
“Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya, dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (QS. as-Syura: 11)
Ayat ini adalah ayat yang paling jelas dalam al-Qur'an yang menjelaskan bahwa Allah sama sekali tidak menyerupai makhluk-Nya. Ulama Ahlussunnah menyatakan bahwa alam (makhluk Allah) terbagi kepada dua bagian; yaitu benda dan sifat benda. Kemudian benda terbagi menjadi dua, yaitu benda yang tidak dapat terbagi lagi karena telah mencapai batas terkecil (para ulama menyebutnya dengan al-Jawhar al-Fard), dan benda yang dapat terbagi menjadi bagian-bagian (jism). Benda yang terakhir ini terbagi menjadi dua macam;
1. Benda Lathif; benda yang tidak dapat dipegang oleh tangan, seperti cahaya, kegelapan, ruh, angin dan sebagainya.
2. Benda Katsif; benda yang dapat dipegang oleh tangan seperti manusia, tanah, benda-benda padat dan lain sebagainya.
Sedangkan sifat-sifat benda adalah seperti bergerak, diam, berubah, bersemayam, berada di tempat dan arah, duduk, turun, naik dan sebagainya. Ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Allah ta'ala tidak menyerupai makhluk-Nya, bukan merupakan al-Jawhar al-Fard, juga bukan benda Lathif atau benda Katsif. Dan Dia tidak boleh disifati dengan apapun dari sifat-sifat benda. Ayat tersebut cukup untuk dijadikan sebagai dalil bahwa Allah ada tanpa tempat dan arah. Karena seandainya Allah mempunyai tempat dan arah, maka akan banyak yang serupa dengan-Nya. Karena dengan demikian berarti ia memiliki dimensi (panjang, lebar dan kedalaman). Sedangkan sesuatu yang demikian, maka ia adalah makhluk yang membutuhkan kepada yang menjadikannya dalam dimensi tersebut.
Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam bersabda: “Allah ada pada azal (Ada tanpa permulaan) dan belum ada sesuatupun selain-Nya”. (H.R. al-Bukhari, al-Bayhaqi dan Ibn al-Jarud)
Makna hadits ini bahwa Allah ada pada azal (keberadaan tanpa permulaan), tidak ada sesuatu (selain-Nya) bersama-Nya. Pada azal belum ada angin, cahaya, kegelapan, 'arsy, langit, manusia, jin, malaikat, waktu, tempat dan arah. Maka berarti Allah ada sebelum terciptanya tempat dan arah, maka Ia tidak membutuhkan kepada keduanya dan Ia tidak berubah dari semula, yakni tetap ada tanpa tempat dan arah, karena berubah adalah ciri dari sesuatu yang baru (makhluk).
Maka sebagaimana dapat diterima oleh akal, adanya Allah tanpa tempat dan arah sebelum terciptanya tempat dan arah, begitu pula akal akan menerima wujud-Nya tanpa tempat dan arah setelah terciptanya tempat dan arah. Hal ini bukanlah penafian atas adanya Allah. Sebagaimana ditegaskan juga oleh sayyidina ‘Ali ibn Abi Thalib -semoga Allah meridlainya-:
"Allah ada (pada azal) dan belum ada tempat dan Dia (Allah) sekarang (setelah menciptakan tempat) tetap seperti semula, ada tanpa tempat" (Dituturkan oleh al-Imam Abu Manshur al-Baghdadi dalam kitabnya al-Farq Bayn al-Firaq, h. 333).
Al-Imam al-Bayhaqi (w 458 H) dalam kitabnya al-Asma Wa ash-Shifat, hlm. 506, berkata:
"Sebagian sahabat kami dalam menafikan tempat bagi Allah mengambil dalil dari sabda Rasulullah shalllallahu 'alayhi wa sallam:
"Engkau Ya Allah azh-Zhahir (yang segala sesuatu menunjukkan akan ada-Nya), tidak ada sesuatu apapun di atas-Mu, dan Engkau al-Bathin (yang tidak dapat dibayangkan) tidak ada sesuatu apapun di bawah-Mu (HR. Muslim dan lainnya). Jika tidak ada sesuatu apapun di atas-Nya dan tidak ada sesuatu apapun di bawah-Nya maka berarti Dia ada tanpa tempat".
Al-Imam as-Sajjad Zain al-‘Abidin ‘Ali ibn al-Husain ibn ‘Ali ibn Abi Thalib (w 94 H) berkata:
"Engkaulah ya Allah yang tidak diliputi oleh tempat". (Diriwayatkan oleh al-Hafizh az-Zabidi dalam Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin dengan rangkaian sanad muttashil mutasalsil yang kesemua perawinya adalah Ahl al-Bayt; keturunan Rasulullah).
Adapun ketika seseorang menghadapkan kedua telapak tangan ke arah langit ketika berdoa, hal ini tidak menandakan bahwa Allah berada di arah langit. Akan tetapi karena langit adalah kiblat berdoa dan merupakan tempat turunnya rahmat dan barakah. Sebagaimana apabila seseorang ketika melakukan shalat ia menghadap ka'bah, hal ini tidak berarti bahwa Allah berada di dalamnya, akan tetapi karena ka'bah adalah kiblat shalat. Penjelasan seperti ini telah dituturkan oleh para ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah seperti al-Imam al-Mutawalli (w 478 H) dalam kitabnya al-Ghun-yah, al-Imam al-Ghazali (w 505 H) dalam kitabnya Ihya ‘Ulumiddin, al-Imam an-Nawawi (w 676 H) dalam kitabnya Syarh Shahih Muslim, al-Imam Taqiyyuddin as-Subki (w 756 H) dalam kitab as-Sayf ash-Shaqil, dan masih banyak lagi.
Al-Imam Abu Ja'far ath-Thahawi -Semoga Allah meridlainya- (w 321 H) berkata:
"Maha suci Allah dari batas-batas (bentuk kecil maupun besar, jadi Allah tidak mempunyai ukuran sama sekali), batas akhir, sisi-sisi, anggota badan yang besar (seperti wajah, tangan dan lainnya) maupun anggota badan yang kecil (seperti mulut, lidah, anak lidah, hidung, telinga dan lainnya). Dia tidak diliputi oleh satu maupun enam arah penjuru (atas, bawah, kanan, kiri, depan dan belakang); tidak seperti makhluk-Nya yang diliputi oleh enam arah penjuru tersebut".
Perkataan al-Imam Abu Ja'far ath-Thahawi ini merupakan Ijma’ (konsensus) para sahabat dan ulama Salaf (orang-orang yang hidup pada tiga abad pertama hijriyah). Diambil dalil dari perkataan tersebut bahwasannya bukanlah maksud dari Mi'raj bahwa Allah berada di arah atas lalu Nabi Muhammad naik ke arah sana untuk bertemu dengan-Nya. Melainkan maksud Mi'raj adalah untuk memuliakan Rasulullah dan memperlihatkan kepadanya keajaiban-keajaiban makhluk Allah sebagaimana dijelaskan dalam al Qur'an surat al-Isra ayat 1.
Dengan demikian tidak boleh dikatakan bahwa Allah ada di satu tempat, atau disemua tempat, atau ada di mana-mana. Juga tidak boleh dikatakan bahwa Allah ada di satu arah atau semua arah penjuru. Al-Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari (w 324 H) -Semoga Allah meridlainya- berkata:
"Sesungguhnya Allah ada tanpa tempat" (Diriwayatkan oleh al-Bayhaqi dalam kitab al-Asma Wa ash-Shifat).
Al-Imam al-Asy’ari juga berkata: "Tidak boleh dikatakan bahwa Allah di satu tempat atau di semua tempat". Perkataan al-Imam al-Asy'ari ini dinukil oleh al-Imam Ibn Furak (w 406 H) dalam kitab al-Mujarrad. Syekh Abd al-Wahhab asy-Sya'rani (w 973 H) dalam kitab al-Yawaqit Wa al-Jawahir menukil perkataan Syekh Ali al-Khawwash: "Tidak boleh dikatakan Allah ada di mana-mana". Maka aqidah yang wajib diyakini adalah bahwa Allah ada tanpa arah dan tanpa tempat.
Perkataan al-Imam ath-Thahawi di atas juga merupakan bantahan terhadap pengikut paham Wahdah al-Wujud; mereka yang berkeyakinan bahwa Allah menyatu dengan makhluk-makhluk-Nya, juga sebagai bantahan atas pengikut paham Hulul; mereka yang berkeyakinan bahwa Allah menempati sebagian makhluk-Nya. Dua keyakinan ini adalah kekufuran berdasarkan Ijma' (konsensus) seluruh orang Islam sebagaimana dikatakan oleh al-Imam as-Suyuthi (w 911 H) dalam kitab al-Hawi Li al-Fatawi, dan Imam lainnya. Para Imam panutan kita dari ahli tasawuf sejati seperti al-Imam al-Junaid al-Baghdadi (w 297 H), al-Imam Ahmad ar-Rifa'i (w 578 H), Syekh Abd al-Qadir al-Jailani (w 561 H) dan semua Imam tasawwuf sejati; mereka semua selalu mengingatkan orang-orang Islam dari para pendusta yang menjadikan tarekat dan tasawuf sebagai sebagai wadah untuk meraih dunia, padahal mereka berkeyakinan Wahdah al-Wujud dan Hulul.
Dengan demikian keyakinan ummat Islam dari kalangan Salaf dan Khalaf telah sepakat bahwa Allah ada tanpa tempat dan arah. Sementara keyakinan sebagian orang yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya; mereka yang berkeyakinan bahwa Allah adalah benda yang duduk di atas Arsy, adalah keyakinan sesat. Keyakinan ini adalah penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya, karena duduk adalah salah satu sifat manusia. Para ulama Salaf bersepakat bahwa barangsiapa yang menyifati Allah dengan salah satu sifat di antara sifat-sifat manusia maka ia telah kafir, sebagaimana hal ini ditulis oleh al-Imam al-Muhaddits as-Salafi Abu Ja’far ath-Thahawi (w 321 H) dalam kitab aqidahnya yang terkenal dengan nama “al-‘Aqidah ath-Thahwiyyah”. Beliau berkata:
"Barang siapa mensifati Allah dengan salah satu sifat dari sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir”.
Padahal telah diketahui bahwa beribadah kepada Allah hanya sah dilakukan oleh orang yang meyakini bahwa Allah dan tidak menyerupakan-Nya dengan sesuatu apapun dari makhluk-Nya. Al-Imam al-Ghazali berkata:
“Tidak sah ibadah (seorang hamba) kecuali setelah mengetahui (Allah) yang wajib disembah”.
Hal itu karena beriman kepada Allah dengan benar adalah syarat diterimanya amal saleh seseorang, tanpa beriman kepada Allah dengan benar maka segala bentuk amal saleh tidak akan diterima oleh Allah.
Wa Allahu A’lam Bi ash-Shawab. Wa al-Hamdu Lillahi Rabb al-‘Alamin
Sumber :
Kompilasi CHM oleh : Muh. Luqman Firmansyah
www.luqman.co.cc
10 Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba Baik Kepada Allah, Islam, atau Sesama Manusia
Al Ustadz Abu Karimah Askari
Syarat sempurnanya Tauhid
Firman Allah “Dan hendaklah kalian hanya beribadah kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatupun”
Ayat ini menegaskan kepada kita bahwa tauhid tidak akan sempurna kecuali dengan dua syarat, yaitu :
• Meniadakan segala sesuatu sesembahan bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah
• Menetapkan bahwa hanya Allah yang berhak untuk disembah
Allah berwasiat kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaih wasalam dan umat Islam di dalam ayat yang berisi 10 hak yang harus ditunaikan seorang hamba baik kepada Allah, Islam, atau sesama manusia.
Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang telah diharamkan atas kamu oleh Rabb-mu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).” Al Qur’an Surat Al An’am : 151
Sepuluh Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba
1. Tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun
Jangan seperti orang musyrikin yang apabila disebutkan nama Allah maka mereka ketakutan dalam bentuk pengingkaran, akan tetapi jika disebutkan nama dari selain Allah (yang mereka sembah) maka mereka bergembira.
2. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua
Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa maksud berbuat baik kepada kedua orang tua yaitu dengan berbuat taat, memelihara, menjaga dan melaksanakan perintah keduanya (selama dalam ketaatan kepada Allah), memerdekakan mereka (apabila budak), dan tidak menghinakan mereka.
3. Tidak membunuh anak-anak dikarenakan takut miskin
Seperti halnya orang musyrikin jahiliyah yang membunuh anak-anak perempuan karena merasa hina apabila memiliki anak perempuan, atau karena takut tidak bisa memelihara anak. Padahal disebutkan dalam hadits bahwa seseorang tidak akan mati sebelum sempurna rizki dan ajalnya. Sehingga setiap orang sudah ditetapkan rizkinya oleh Allah, jadi tidak boleh takut tidak bisa memelihara anak yang banyak.
Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah, Wahai Rasulullah dosa apa yang paling besar di sisi Allah ?, “Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Allah-lah yang telah menciptakanmu”. Kemudian dosa apa lagi selanjutnya ?, “Engkau membunuh anakmu karena khawatir dia makan bersamamu”. (Shahih Bukhari Muslim)
Anak adalah rezeki yang merupakan karunia dari Allah.
4. Dan janganlah kalian mendekati kekejian baik yang dhahir atau yang tersembunyi.
Allah menutup pintu menuju perbuatan keji. Dalam ilmu ushul syariat disebutkan bahwa segala sesuatu yang dapat mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram maka hal tersebut juga dilarang. Oleh karena itu Allah memerintahkan kaum mu’minin untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis karena hal ini dapat mengantarkan kepada zina. Oleh karena itu merupakan kesalahan orang yang mengaku menjadi ulama atau kyai tetapi memfatwakan bahwa boleh melihat gambar wanita telanjang yang ada di majalah, koran, dll karena yang dilarang adalah melihat wanitanya secara langsung.
Pengertian kekejian yang nyata adalah suatu kekejian yang benar-benar nyata dan diketahui oleh orang lain, sedangkan kekejian yang tersembunyi tidak diketahui orang lain.
5. Dan jangan membunuh jiwa yang telah Allah haramkan tanpa melalui jalan yang benar
Jiwa seorang muslim telah diharamkan (dilarang) oleh Allah untuk dibunuh. Dalam hadits disebutkan bahwa sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan seorang muslim telah diharamkan (dilarang untuk dilanggar) sebagaimana kehormatan hari Dzulhijjah, bulan Dzulhijjah, dan negeri Makah. Juga dilarang membunuh jiwa orang kafir dzimmi, muahad, musta’man (terdapat pembahasannya di kajian yang lain)
Dan terdapat jiwa yang diperbolehkan untuk dibunuh, seperti :
• Orang muslim sudah menikah yang berbuat zina
• Orang yang membunuh orang lain (di-qishash)
• Orang yang keluar dari Islam
• Orang yang keluar dari jama’ah (silahkan merujuk ke kajian yang lain untuk lebih jelasnya)
• Homoseks
10 Hak yang Harus Ditunaikan Seorang Hamba Baik Kepada Allah, Islam, atau Sesama Manusia bagian 2
Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. (Al-An’am:152) dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Al-An’am:153)
• 6. Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa.
• Tidak diperbolehkan menggunakan harta anak yatim karena dikhawatirkan hal ini dapat menghilangkan harta mereka. Pengertian anak yatim dalam syariat adalah anak yang sudah ditinggal oleh ayahnya dan belum mencapai usia baligh. Terkecuali jika digunakan untuk usaha yang pasti mendatangkan keuntungan baik di dunia atau di akhirat.
Imam Malik menjelaskan makna ‘hingga sampai ia dewasa’ adalah sampai anak tersebut telah mencapai usia baligh, telah hilang kebodohan yang ada, mempunyai akal yang sehat, punya kekuatan baik secara akal atau jasmani untuk memanfaatkan hartanya.
• 7. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya.
• Apabila dalam jual beli pihak penjual menyembunyikan dan mereka berdusta maka akan dihilangkan berkah dari jual beli mereka. Dan Allah tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya. Oleh karena itu jika dia telah berusaha untuk berbuat jujur, menyempurnakan takaran dan timbangan, maka dia tidak mendapatkan dosa.
• 8. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu)
• Harus berbuat adil kepada siapapun termasuk orang yang masih memiliki hubungan saudara. Dan jangan sampai rasa benci terhadap orang lain menyebabkan kita berbuat tidak adil terhadap mereka. Dan kita diperintahkan untuk berbuat adil karena hal tersebut lebih dekat kepada ketakwaan.
Pengertian adil di dalam syariat adalah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, bukan berdasarkan asas kesamaan. Misalkan dalam pembagian harta warisan seorang laki-laki mendapatkan dua bagian perempuan. Juga dalam kisah seseorang yang tidak menyetujui tindakan Rasulullah memberikan harta rampasan perang lebih banyak kepada sebagian sahabat yang lain dengan tujuan untuk menguatkan mereka yang baru masuk Islam, orang tersebut memerintahkan Rasulullah untuk berbuat adil. Dia menganggap bahwa keadilan itu berarti mendapatkan hak sama rata. Kalau Rasulullah tidak bisa berbuat adil, maka siapa yang dapat berbuat adil ? Dicontohkan oleh Rasulullah dalam hadits beliau berkata, “Demi Allah, kalau sekiranya Fathimah binti Muhammad mencuri maka akan aku potong tangannya“.
• 9. Memenuhi janji Allah
• 10. Mengikuti jalan Rasulullah
• Mengikuti apa-apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dan tidak keluar dari jalan yang lurus ini. Hal ini dikarenakan apabila kita mengikuti jalan hidup selain dari Rasulullah maka hal ini akan mengakibatkan perpecahan. Perpecahan terjadi karena orang-orang tidak mengikuti kebenaran, apabila setiap orang berjalan di atas kebenaran maka tidak akan terjadi perpecahan.
Anak Merupakan Amanat Yang Harus Dijaga – Kajian Seri Pendidikan Anak
Anak merupakan salah satu kenikmatan di dunia. Dalam ayat disebutkan bahwa telah dihiasi kepada manusia kecintaan kepada wanita, anak-anak, dll. Menikah merupakan suatu hal yang sangat perlu disyukuri, begitu pula ketika dikaruniakan seorang anak.
Tanggung jawab dalam keluarga adalah sangat besar, baik di dunia ataupun di akhirat. Tanggung jawab seseorang setelah menikah adalah tidak terbatas, kedua orang tua mengemban tanggung jawab yang sangat besar bahkan sebelum kelahiran seorang anak. Akan tetapi banyak orang yang lalai akan tanggung jawab yang besar ini.
Ibnul Qayim mengatakan betapa banyak manusia yang menyengsarakan anaknya baik di dunia ataupun di akhirat dengan tidak memperhatikannya, menelantarkannya, bahkan terkadang membantu anaknya memuaskan hawa nafsu. Dia menganggap dengan hal tersebut sudah memuliakan anaknya, padahal dia telah menghinakan anaknya. Sehingga dia tidak merasakan manfaat kebaikan dari anaknya baik di dunia ataupun di akhirat.
Kejelekan yang terjadi pada anak kebanyakannya diakibatkan kesalahan pendidikan dari orang tua. Anak adalah amanah yang harus dijaga. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk menunaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya.”
Apabila orang tua menginginkan agar anaknya berbuat baik kepada kedua orang tua, maka sebelumnya merupakan kewajiban orang tua untuk memberikan pendidikan yang baik. Apabila anak tidak diberikan pendidikan dengan baik maka seseorang telah mengkhianati amanah tersebut.
Firman Allah dalam Al-Quran, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.”
Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan ditanya dari apa yang dia pimpin. Seorang imam adalah pemimpin, dan dia akan dimintai dari apa yang dia pimpin. Dan seorang laki-laki adalah pemimpin keluarganya, dan dia akan ditanya dari kepemimpinannya tersebut. Dan seorang wanita adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya, dan dia akan ditanya mengenai kepemimpinannya tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan akan ditanya mengenai kepemimpinannya tersebut.”
Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam bersabda, “Tidaklah seorang hamba diberikan kepemimpinan, kemudian dia meninggal dalam keadaan menipu dalam kepemimpinannya, maka dia akan diharamkan masuk surga.”
Ibu mengemban tanggung jawab yang terbesar dalam pendidikan anak. Sehingga merupakan salah satu bentuk melupakan amanah adalah apabila seorang ibu bekerja di luar rumah dan melupakan amanah pendidikan anak.
Pendidikan anak adalah suatu hal yang berat, membutuhkan siasat dan kesabaran. Karena tabiat atau karakter setiap anak berbeda-beda.
Anak pada asalnya berada di atas fitrah. Maka di pundak orang tua terdapat tanggung jawab yang sangat besar. “Setiap anak dilahirkan didalam keadaan fitrah, maka ke dua orang tuanya yang menjadikan anaknya beragama Yahudi, Nashrani, atau Majusi.”
Jumat, 20 Agustus 2010
Hukum Berdo'a dengan Tawassul
Ditulis oleh Dewan Asatidz
Pengertian Tawassul
Pemahaman tawassul sebagaimana yang dipahami oleh umat islam selama ini adalah bahwa Tawassul adalah berdoa kepada Allah melalui suatu perantara, baik perantara tersebut berupa amal baik kita ataupun melalui orang sholeh yang kita anggap mempunyai posisi lebih dekat kepada Allah. Jadi tawassul merupakan pintu dan perantara doa untuk menuju Allah SWT.
• Orang yang bertawassul dalam berdoa kepada Allah menjadikan perantaraan berupa sesuatu yang dicintainya dan dengan berkeyakinan bahwa Allah SWT juga mencintai perantaraan tersebut.
• Orang yang bertawassul tidak boleh berkeyakinan bahwa perantaranya kepada Allah bisa memberi manfaat dan madlorot kepadanya da. Jika ia berkeyakinan bahwa sesuatu yang dijadikan perantaraan menuju Allah SWT itu bisa memberi manfaat dan madlorot, maka dia telah melakukan perbuatan syirik, karena yang bisa memberi manfaat dan madlorot sesungguhnya hanyalah Allah semata.
• Tawassul merupakan salah satu cara dalam berdoa. Banyak sekali cara untuk berdo'a agar dikabulkan Allah, seperti berdoa di sepertiga malam terakhir, berdoa di Maqam Multazam, berdoa dengan mendahuluinya dengan bacaan alhamdulillah dan sholawat dan meminta doa kepada orang sholeh. Demikian juga tawassul adalah salah satu usaha agar do'a yang kita panjatkan diterima dan dikabulkan Allah s.w.t. Dengan demikian, tawasul adalah alternatif dalam berdoa dan bukan merupakan keharusan.
Tawassul dengan amal sholeh kita
Para ulama sepakat memperbolehkan tawassul terhadap Allah SWT dengan perantaraan perbuatan amal sholeh, sebagaimana orang yang sholat, puasa, membaca al-Qur’an, kemudian mereka bertawassul terhadap amalannya tadi. Seperti hadis yang sangat populer diriwayatkan dalam kitab-kitab sahih yang menceritakan tentang tiga orang yang terperangkap di dalam goa, yang pertama bertawassul kepada Allah SWT atas amal baiknya terhadap kedua orang tuanya, yang kedua bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang selalu menjahui perbuatan tercela walaupun ada kesempatan untuk melakukannya dan yang ketiga bertawassul kepada Allah SWT atas perbuatannya yang mampu menjaga amanat terhadap harta orang lain dan mengembalikannya dengan utuh, maka Allah SWT memberikan jalan keluar bagi mereka bertiga.. (Ibnu Taimiyah mengupas masalah ini secara mendetail dalam kitabnya Qoidah Jalilah Fii Attawasul Wal wasilah hal 160)
Tawassul dengan orang sholeh
Adapun yang menjadi perbedaan dikalangan ulama’ adalah bagaimana hukumnya tawassul tidak dengan amalnya sendiri melainkan dengan seseorang yang dianggap sholeh dan mempunyai amrtabat dan derajat tinggi dei depan Allah. sebagaimana ketika seseorang mengatakan : ya Allah aku bertawassul kepada-Mu melalui nabi-Mu Muhammmad atau Abu bakar atau Umar dll.
Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah ini. Pendapat mayoritas ulama mengatakan boleh, namun beberapa ulama mengatakan tidak boleh. Akan tetapi kalau dikaji secara lebih detail dan mendalam, perbedaan tersebut hanyalah sebatas perbedaan lahiriyah bukan perbedaan yang mendasar karena pada dasarnya tawassul kepada dzat (entitas seseorang), pada intinya adalah tawassul pada amal perbuatannnya, sehingga masuk dalam kategori tawassul yang diperbolehkan oleh ulama’.
Dalil-Dalil Tentang Tawassul
Dalam setiap permasalahan apapun suatu pendapat tanpa didukung dengan adanya dalil yang dapat memperkuat pendapatnya, maka pendapat tersebut tidak dapat dijadikan sebagai pegangan. Dan secara otomatis pendapat tersebut tidak mempunyai nilai yang berarti, demikian juga dengan permasalahan ini, maka para ulama yang mengatakan bahwa tawassul diperbolehkan menjelaskan dalil-dalil tentang diperbolehkannya tawassul baik dari nash al-Qur’an maupun hadis, sebagai berikut:
A. Dalil dari alqur’an.
1. Allah SWT berfirman dalam surat Almaidah, 35 :
ياأيها الذين آمنوااتقواالله وابتغوا إليه الوسيلة
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan."
Suat Al-Isra', 57:
أُولَـئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوراً
17.
57. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka [857] siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. [857] Maksudnya: Nabi Isa a.s., para malaikat dan 'Uzair yang mereka sembah itu menyeru dan mencari jalan mendekatkan diri kepada Allah.
Lafadl Alwasilah dalam ayat ini adalah umum, yang berarti mencakup tawassul terhadap dzat para nabi dan orang-orang sholeh baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, ataupun tawassul terhadap amal perbuatan yang baik.
2. Wasilah dalam berdoa sebetulnya sudah diperintahkan sejak jaman sebelum Nabi Muhammad SAW. QS 12:97 mengkisahkan saudara-saudara Nabi Yusuf AS yang memohon ampunan kepada Allah SWT melalui perantara ayahandanya yang juga Nabi dan Rasul, yakni N. Ya'qub AS. Dan beliau sebagai Nabi sekaligus ayah ternyata tidak menolak permintaan ini, bahkan menyanggupi untuk memintakan ampunan untuk putera-puteranya (QS 12:98).
قَالُواْ يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ. قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّيَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
97. Mereka berkata: "Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)".
98. N. Ya'qub berkata: "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Di sini nampak jelas bahwa sudah sangat lumrah memohon sesuatu kepada Allah SWT dengan menggunakan perantara orang yang mulia kedudukannya di sisi Allah SWT. Bahkan QS 17:57 dengan jelas mengistilahkan "ayyuhum aqrabu", yakni memilih orang yang lebih dekat (kepada Allah SWT) ketika berwasilah.
3. Ummat Nabi Musa AS berdoa menginginkan selamat dari adzab Allah SWT dengan meminta bantuan Nabi Musa AS agar berdoa kepada Allah SWT untuk mereka. Bahkan secara eksplisit menyebutkan kedudukan N. Musa AS (sebagai Nabi dan Utusan Allah SWT) sebagai wasilah terkabulnya doa mereka. Hal ini ditegaskan QS 7:134 dengan istilahبِمَا عَهِدَ عِندَكَDengan (perantaraan) sesuatu yang diketahui Allah ada pada sisimu (kenabian).
Demikian pula hal yang dialami oleh Nabi Adam AS, sebagaimana QS 2:37
فَتَلَقَّى آدَمُ مِن رَّبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
"Kemudian Nabi Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."Kalimat yang dimaksud di atas, sebagaimana diterangkan oleh ahli tafsir berdasarkan sejumlah hadits adalah tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, yang sekalipun belum lahir namun sudah dikenalkan namanya oleh Allah SWT, sebagai nabi akhir zaman.
4. Bertawassul ini juga diajarkan oleh Allah SWT di QS 4:64 bahkan dengan janji taubat mereka pasti akan diterima. Syaratnya, yakni mereka harus datang ke hadapan Rasulullah dan memohon ampun kepada Allah SWT di hadapan Rasulullah SAW yang juga mendoakannya.
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذ ظَّلَمُواْ أَنفُسَهُمْ جَآؤُوكَ فَاسْتَغْفَرُواْ اللّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُواْ اللّهَ تَوَّابًا رَّحِيمًا
"Dan Kami tidak mengutus seseorang rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."
B. Dalil dari hadis.
a. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW sebelum lahir
Sebagaimana nabi Adam AS pernah melakukan tawassul kepada nabi Muhammad SAW. Imam Hakim Annisabur meriwayatkan dari Umar berkata, bahwa Nabi bersabda :
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لما اقترف آدم الخطيئة قال : يا ربى ! إنى أسألك بحق محمد لما غفرتنى فقال الله : يا آدم كيف عرفت محمدا ولم أخلقه قال : يا ربى لأنك لما خلقتنى بيدك ونفخت فيّ من روحك رفعت رأسى فرأيت على قوائم العرش مكتوبا لاإله إلا الله محمد رسول الله فعلمت أنك لم تضف إلى إسمك إلا أحب الخلق إليك فقال الله : صدقت يا آدم إنه لأحب الخلق إلي، ادعنى بحقه فقد غفرت لك، ولولا محمد ما خلقتك (أخرجه الحاكم فى المستدرك وصححه ج : 2 ص: 615)
"Rasulullah s.a.w. bersabda:"Ketika Adam melakukan kesalahan, lalu ia berkata Ya Tuhanku, sesungguhnya aku memintaMu melalui Muhammad agar Kau ampuni diriku". Lalu Allah berfirman:"Wahai Adam, darimana engkau tahu Muhammad padahal belum aku jadikan?" Adam menjawab:"Ya Tuhanku ketika Engkau ciptakan diriku dengan tanganMu dan Engkau hembuskan ke dalamku sebagian dari ruhMu, maka aku angkat kepalaku dan aku melihat di atas tiang-tiang Arash tertulis "Laailaaha illallaah muhamadun rasulullah" maka aku mengerti bahwa Engkau tidak akan mencantumkan sesuatu kepada namaMu kecuali nama mahluk yang paling Engkau cintai". Allah menjawab:"Benar Adam, sesungguhnya ia adalah mahluk yang paling Aku cintai, bredoalah dengan melaluinya maka Aku telah mengampunimu, dan andaikan tidak ada Muhammad maka tidaklah Aku menciptakanmu"
Imam Hakim berkata bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanadnya. Demikian juga Imam Baihaqi dalam kitabnya Dalail Annubuwwah, Imam Qostholany dalam kitabnya Almawahib 2/392 , Imam Zarqoni dalam kitabnya Syarkhu Almawahib Laduniyyah 1/62, Imam Subuki dalam kitabnya Shifa’ Assaqom dan Imam Suyuti dalam kitabnya Khosois Annubuwah, mereka semua mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih.
Dan dalam riwayat lain, Imam Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas dengan redaksi :
فلولا محمد ما خلقت آدم ولا الجنة ولا النار (أخرجه الحاكم فى المستدرك ج: 2 وص:615)
Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih segi sanad, demikian juga Syekh Islam Albulqini dalam fatawanya mengatakan bahwa ini adalah shohih, dan Syekh Ibnu Jauzi memaparkan dalam permulaan kitabnya Alwafa’ , dan dinukil oleh Ibnu Kastir dalam kitabnya Bidayah Wannihayah 1/180.
Walaupun dalam menghukumi hadis ini tidak ada kesamaan dalam pandangan ulama’, hal ini disebabkan perbedaan mereka dalam jarkh wattta’dil (penilaian kuat dan tidak) terhadap seorang rowi, akan tetapi dapat diambil kesimpulan bahwa tawassul terhadap Nabi Muhammad SAW adalah boleh.
b. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam masa hidupnya.
Diriwatyatkan oleh Imam Hakim :
عن عثمان بن حنيف قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم وجاءه رجل ضرير
فشكا إليه ذهاب بصره، فقال : يا رسول الله ! ليس لى قائد وقد شق علي فقال رسول الله عليه وسلم : :ائت الميضاة فتوضأ ثم صل ركعتين ثم قل : اللهم إنى أسألك وأتوجه إليك لنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إنى أتوجه بك إلى ربك فيجلى لى عن بصرى، اللهم شفعه فيّ وشفعنى فى نفسى، قال عثمان : فوالله ما تفرقنا ولا طال بنا الحديث حتى دخل الرجل وكأنه لم يكن به ضر. (أخرجه الحاكم فى المستدرك)
Dari Utsman bin Hunaif: "Suatu hari seorang yang lemah dan buta datang kepada Rasulullah s.a.w. berkata: "Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai orang yang menuntunku dan aku merasa berat" Rasulullah berkata"Ambillah air wudlu, lalu beliau berwudlu dan sholat dua rakaat, dan berkata:"bacalah doa (artinya)" Ya Allah sesungguhnya aku memintaMu dan menghadap kepadaMu melalui nabiMu yang penuh kasih sayang, wahai Muhammad sesungguhnya aku menghadap kepadamu dan minta tuhanmu melaluimu agar dibukakan mataku, Ya Allah berilah ia syafaat untukku dan berilah aku syafaat". Utsman berkata:"Demi Allah kami belum lagi bubar dan belum juga lama pembicaraan kami, orang itu telah datang kembali dengan segar bugar". (Hadist riwayat Hakim di Mustadrak)
Beliau mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih dari segi sanad walaupun Imam Bukhori dan Imam Muslim tidak meriwayatkan dalam kitabnya. Imam Dzahabi mengatakatan bahwa hadis ini adalah shohih, demikian juga Imam Turmudzi dalam kitab Sunannya bab Daa’wat mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan shohih ghorib. Dan Imam Mundziri dalam kitabnya Targhib Wat-Tarhib 1/438, mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Nasai, Ibnu Majah dan Imam Khuzaimah dalam kitab shohihnya.
c. Tawassul kepada nabi Muhammad SAW setelah meninggal.
Diriwayatkan oleh Imam Addarimi :
عن أبى الجوزاء أ وس بن عبد الله قال : قحط أهل المدينة قحطا شديدا فشكوا إلى عائشة فقالت : انظروا قبر النبي فاجعلوا منه كوا إلى السماء حتى لا يكون بينه وبين السماء سقف قال : ففعلوا فمطروا مطرا حتى نبت العشب وسمنت الإبل حتى تفتقط من السحم فسمي عام الفتق ( أخرجه الإمام الدارمى ج : 1 ص : 43)
Dari Aus bin Abdullah: "Sautu hari kota Madina mengalami kemarau panjang, lalu datanglah penduduk Madina ke Aisyah (janda Rasulullah s.a.w.) mengadu tentang kesulitan tersebut, lalu Aisyah berkata: "Lihatlah kubur Nabi Muhammad s.a.w. lalu bukalah sehingga tidak ada lagi atap yang menutupinya dan langit terlihat langsung", maka merekapun melakukan itu kemudian turunlah hujan lebat sehingga rumput-rumput tumbuh dan onta pun gemuk, maka disebutlah itu tahun gemuk" (Riwayat Imam Darimi)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori :
عن أنس بن مالك إن عمر بن خطاب كان إذا قطحوا استسقى بالعباس بن عبد المطلب فقال : اللهم إنا كنا نتوسل إليك بنبينا فتسقينا وإنا ننتوسل إليك بعم نبينا فاسقنا قال : فيسقون (أخرجه الإمام البخارى فى صحيحه ج: 1 ص:137 )
Riwayat Bukhari: dari Anas bin malik bahwa Umar bin Khattab ketika menghadapi kemarau panjang, mereka meminta hujan melalui Abbas bin Abdul Muttalib, lalu Abbas berkata:"Ya Tuhanku sesungguhkan kami bertawassul (berperantara) kepadamu melalui nabi kami maka turunkanlah hujan dan kami bertawassul dengan paman nabi kami maka turunkanlau hujan kepada, lalu turunlah hujan.
d. Nabi Muhammad SAW melakukan tawassul .
عن أبى سعيد الحذري قال : رسول الله صلى الله عليه وسلم : من خرج من بيته إلى الصلاة، فقال : اللهم إنى أسألك بحق السائلين عليك وبحق ممشاى هذا فإنى لم أخرج شرا ولا بطرا ولا رياءا ولا سمعة، خرجت إتقاء شخطك وابتغاء مرضاتك فأسألك أن تعيذنى من النار، وأن تغفر لى ذنوبى، إنه لا يغفر الذنوب إلا أنت، أقبل الله بوجهه واستغفر له سبعون ألف ملك (أخرجه بن ماجه وأحمد وبن حزيمة وأبو نعيم وبن سنى).
Dari Abi Said al-Khudri: Rasulullah s.a.w. bersabda:"Barangsiapa keluar dari rumahnya untuk melaksanakan sholat, lalu ia berdoa: (artinya) Ya Allah sesungguhnya aku memintamu melalui orang-orang yang memintamu dan melalui langkahku ini, bahwa aku tidak keluar untuk kejelekan, untuk kekerasan, untuk riya dan sombong, aku keluar karena takut murkaMu dan karena mencari ridlaMu, maka aku memintaMu agar Kau selamatkan dari neraka, agar Kau ampuni dosaku sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali diriMu", maka Allah akan menerimanya dan seribu malaikat memintakan ampunan untuknya". (Riwayat Ibnu Majad dll.).
Imam Mundziri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dengan sanad yang ma'qool, akan tetap Alhafidz Abu Hasan mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan.( Targhib Wattarhib 2/ 119).
Alhafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, Abu Na’im dan Ibnu Sunni.(Nataaij Alafkar 1/272).
Imam Al I’roqi dalam mentakhrij hadis ini dikitab Ikhya’ Ulumiddin mengatakan bahwa hadis ini adalah hasan, (1/323).
Imam Bushoiri mengatakan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah dan hadis ini shohih, (Mishbah Alzujajah 1/98).
Pandangan Para Ulama’ Tentang Tawassul
Untuk mengetahui sejauh mana pembahasan tawassul telah dikaji para ulama, ada baiknya kita tengok pendapat para ulama terdahulu. Kadang sebagian orang masih kurang puas, jika hanya menghadirkan dalil-dalil tanpa disertai oleh pendapat ulama’, walaupun sebetulnya dengan dalil saja tanpa harus menyartakan pendapat ulama’ sudah bisa dijadikan landasan bagi orang meyakininya. Namun untuk lebih memperkuat pendapat tersebut, maka tidak ada salahnya jika disini dipaparkan pandangan ulama’ mengenai hal tersebut.
Pandangan Ulama Madzhab
Pada suatu hari ketika kholifah Abbasiah Al-Mansur datang ke Madinah dan bertemu dengan Imam Malik, maka beliau bertanya:"Kalau aku berziarah ke kubur nabi, apakah menghadap kubur atau qiblat? Imam Malik menjawab:"Bagaimana engkau palingkan wajahmu dari (Rasulullah) padahal ia perantaramu dan perantara bapakmu Adam kepada Allah, sebaiknya menghadaplah kepadanya dan mintalah syafaat maka Allah akan memberimu syafaat". (Al-Syifa' karangan Qadli 'Iyad al-Maliki jus: 2 hal: 32).
Demikian juga ketika Imam Ahmad Bin Hambal bertawassul kepada Imam Syafi’i dalam doanya, maka anaknya yang bernama Abdullah heran seraya bertanya kepada bapaknya, maka Imam Ahmad menjawab :"Syafii ibarat matahagi bagi manusia dan ibarat sehat bagi badan kita"
(شواهد الحق ليوسف بن إسماعيل النبهانى ص:166)
Demikian juga perkataan imam syafi’i dalam salah satu syairnya:
آل النبى ذريعتى # وهم إليه وسيلتى
أرجو بهم أعطى غدا # بيدى اليمن صحيفتى
(العواصق المحرقة لأحمد بن حجر المكى ص:180)
"Keluarga nabi adalah familiku, Mereka perantaraku kepadanya (Muhammad), aku berharap melalui mereka, agar aku menerima buku perhitunganku di hari kiamat nanti dengan tangan kananku"
Pandangan Imam Taqyuddin Assubuky
Beliau memperbolehkan dan mengatakan bahwa tawassul dan isti’anah adalah sesuatu yang baik dan dipraktekkan oleh para nabi dan rosul, salafussholeh, para ulama,’ serta kalangan umum umat islam dan tidak ada yang mengingkari perbuatan tersebut sampai datang seorang ulama’ yang mengatakan bahwa tawassul adalah sesuatu yang bid’ah. (Syifa’ Assaqom hal 160)
Pandangan Ibnu Taimiyah
Syekh Ibnu Taimiyah dalam sebagian kitabnya memperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW tanpa membedakan apakah Beliau masih hidup atau sudah meninggal. Beliau berkata : “Dengan demikian, diperbolehkan tawassul kepada nabi Muhammad SAW dalam doa, sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi :
أن النبي علم شخصا أن يقول : اللهم إنى أسألك وأتوسل إليك بنبيك محمد نبي الرحمة يا محمد إنى أتوجه بك إلى ربك فيجلى حاجتى ليقضيها فشفعه فيّ (أخرجه الترميذى وصححه).
Rasulullah s.a.w. mengajari seseorang berdoa: (artinya)"Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu dan bertwassul kepadamu melalui nabiMu Muhammad yang penuh kasih, wahai Muhammad sesungguhnya aku bertawassul denganmu kepada Allah agar dimudahkan kebutuhanku maka berilah aku sya'faat". Tawassul seperti ini adalah bagus (fatawa Ibnu Taimiyah jilid 3 halaman 276)
Pandangan Imam Syaukani
Beliau mengatakan bahwa tawassul kepada nabi Muhammad SAW ataupun kepada yang lain ( orang sholeh), baik pada masa hidupnya maupun setelah meninggal adalah merupakan ijma’ para shohabat.
Pandangan Muhammad Bin Abdul Wahab.
Beliau melihat bahwa tawassul adalah sesuatu yang makruh menurut jumhur ulama’ dan tidak sampai menuju pada tingkatan haram ataupun bidah bahkan musyrik. Dalam surat yang dikirimkan oleh Syekh Abdul Wahab kepada warga qushim bahwa beliau menghukumi kafir terhadap orang yang bertawassul kepada orang-orang sholeh., dan menghukumi kafir terhadap AlBushoiri atas perkataannya YA AKROMAL KHOLQI dan membakar dalailul khoirot. Maka beliau membantah : “ Maha suci Engkau, ini adalah kebohongan besar. Dan ini diperkuat dengan surat beliau yang dikirimkan kepada warga majma’ah ( surat pertama dan kelima belas dari kumpulan surat-surat syekh Abdul Wahab hal 12 dan 64, atau kumpulan fatwa syekh Abdul Wahab yang diterbitkan oleh Universitas Muhammad Bin Suud Riyad bagian ketiga hal 68)
Dalil-dalil yang melarang tawassul
Dalil yang dijadikan landasan oleh pendapat yang melarang tawassul adalah sebagai berikut:
1. Surat Zumar, 2:
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.
Orang yang bertwassul kepada orang sholih maupun kepada para kekasih Allah, dianggap sama dengan sikap orang kafir ketika menyembah berhala yang dianggapnya sebuah perantara kepada Allah.
Namun kalau dicermati, terdapat perbedaan antara tawassul dan ritual orang kafir seperti disebutkan dalam ayat tersebut: tawassul semata dalam berdoa dan tidak ada unsur menyembah kepada yang dijadikan tawassul , sedangkan orang kafir telah menyembah perantara; tawassul juga dengan sesuatu yang dicintai Allah sedangkan orang kafir bertwassul dengan berhala yang sangat dibenci Allah.
2. Surah al-Baqarah, 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
2. 186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Allah Maha dekat dan mengabulkan doa orang yang berdoa kepadaNya. Jika Allah maha dekat, mengapa perlu tawassul dan mengapa memerlukan sekat antara kita dan Allah.
Namun dalil-dalil di atas menujukkan bahwa meskipun Allah maha dekat, berdoa melalui tawassul dan perantara adalah salah satu cara untuk berdoa. Banyak jalan untuk menuju Allah dan banyak cara untuk berdoa, salah satunya adalah melalui tawassul.
3. Surat Jin, ayat 18:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً
72. 18. Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.
Kita dilarang ketika menyembah dan berdoa kepada Allah sambil menyekutukan dan mendampingkan siapapun selain Allah.
Seperti ayat pertama, ayat ini dalam konteks menyembah Allah dan meminta sesuatu kepada selain Allah. Sedangkan tawassul adalah meminta kepada Allah, hanya saja melalui perantara.
Kesimpulan
Tawassul dengan perbuatan dan amal sholeh kita yang baik diperbolehkan menurut kesepakatan ulama’. Demikian juga tawassul kepada Rasulullah s.a.w. juga diperboleh sesuai dalil-dalil di atas. Tidak diragukan lagi bahwa nabi Muhammad SAW mempunyai kedudukan yang mulia disisi Allah SWT, maka tidak ada salahnya jika kita bertawassul terhadap kekasih Allah SWT yang paling dicintai, dan begitu juga dengan orang-orang yang sholeh.
Selama ini para ulama yang memperbolehkan tawassul dan melakukannya tidak ada yang berkeyakinan sedikitpun bahwa mereka (yang dijadikan sebagai perantara) adalah yang yang mengabulkan permintaan ataupun yang memberi madlorot. Mereka berkeyakinan bahwa hanya Allah lah yang berhak memberi dan menolak doa hambaNya. Lagi pula berdasarkan hadis-hadis yang telah dipaparkan diatas menunjukakn bahwa perbuatan tersebut bukan merupakan suatu yang baru dikalangan umat islam dan sudah dilakukan para ulama terdahulu. Jadi jikalau ada umat islam yang melakukan tawassul sebaiknya kita hormati mereka karena mereka tentu mempunyai dalil dan landasan yang cukup kuat dari Quran dan hadist.
Tawassul adalah masalah khilafiyah di antara para ulama Islam, ada yang memperbolehkan dan ada yang melarangnya, ada yang menganggapnya sunnah dan ada juga yang menganggapnya makruh. Kita umat Islam harus saling menghormati dalam masalah khilafiyah dan jangan sampai saling bermusuhan. Dalam menyikapi masalah tawassul kita juga jangan mudah terjebak oleh isu bid'ah yang telah mencabik-cabik persatuan dan ukhuwah kita. Kita jangan dengan mudah menuduh umat Islam yang bertawassul telah melakukan bid'ah dan sesat, apalagi sampai menganggap mereka menyekutukan Allah, karena mereka mempunyai landasan dan dalil yang kuat. Tidak hanya dalam masalah tawassul, sebelum kita mengangkat isu bid'ah pada permasalahan yang sifatnya khilafiyah, sebaiknya kita membaca dan meneliti secara baik dan komprehensif masalah tersebut sehingga kita tidak mudah terjebak oleh hembusan teologi permusuhan yang sekarang sedang gencar mengancam umat Islam secara umum.
Memang masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh orang muslim awam dalam melakukan tawassul, seperti menganggap yang dijadikan tawassul mempunyai kekuatan, atau bahkan meminta-minta kepada orang yang dijadikan perantara tawassul, bertawassul dengan orang yang bukan sholeh tapi tokoh-tokoh masyarakat yang telah meninggal dunia dan belum tentu beragama Islam, atau bertawassul dengan kuburan orang-orang terdahulu, meminta-minta ke makam wali-wali Allah, bukan bertawassul kepada para para ulama dan kekasih Allah. Itu semua tantangan dakwah kita semua untuk kita luruskan sesuai dengan konsep tawassul yang dijelaskan dalil-dalil di atas.
Wallahu a'lam bissowab
Penyusun:
Ustadz Agus Zainal Arifin, Hiroshima
Ustadz Muhammad Niam, Islamabad
Ustadz Ulin Niam Masruri, Islamabad
Sumber dari: http://www.pesantrenvirtual.com/
Jika ANDA ingin silahkan DOWNLOAD atau Klik Gambar dibawah ini :






